Adian Napitupulu: Dulu Ramai-ramai soal Harley Davidson, Mana Kasusnya?

Jumat, 24 Juli 2020 – 00:55 WIB
Adian Napitupulu. Foto: Fais Nasruloh/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pentolan aktivis '98 Adian Napitupulu menyindir sebuah kasus yang pernah diungkap Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat Erick Thohir baru saja menjabat, beberapa waktu lalu.

Adian mengungkapkan hal tersebut ketika ditanya apakah dirinya menginginkan agar Presiden Joko Widodo mereshuffle Erick dari jabatan Menteri BUMN.

BACA JUGA: Adian Napitupulu Beber Isi Pertemuannya dengan Jokowi, Ternyata

"Dulu ramai-ramai soal Harley Davidson, sekarang mana kasusnya? Apakah hal-hal seperti ini kemudian menjadi acuan untuk mereshuffle, itu bukan urusan saya, itu urusan presiden," ujar Adian dalam 'Bincang Santai Dengan Adian Napitupulu' yang disiarkan langsung di YouTube, Kamis (23/7).

Politikus PDI Perjuangan ini juga menyindir pernyataan Erick sebelumnya, di mana menyebut ada 53 kasus dugaan korupsi di BUMN.

BACA JUGA: Adian Napitupulu Dipanggil ke Istana, Bahas 2 Hal Penting dengan Jokowi

"Menteri bilang 53 terindikasi korupsi, mana? Bawa dong ke KPK. Menteri BUMN tak punya wewenang (mengusut itu)," ucapnya.

Adian juga menyindir sikap Kementerian BUMN yang malah menerbitkan logo baru, tak berapa lama setelah presiden marah-marah soal rasa yang tak sama dengan menteri beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Merdeka! Tiba-tiba 5 Anggota KKSB Kibarkan Bendera Merah Putih

Padahal, kondisinya presiden marah karena banyak kementerian tak menunjukkan performa yang baik dalam penyerapan anggaran. Sementara di sisi lain, rakyat sangat membutuhkan kebijakan yang cepat, untuk mengatasi krisis yang ada.

"Menteri BUMN malah buat logo baru. Pertanyaannya, apa hubungan logo dengan kelaparan rakyat, utang dan lain-lain? Apakah ini bisa direshuffle? Ya presiden yang tahu," ucapnya.

Adian kemudian mengistilahkan kondisi Indonesia saat ini ibarat sebuah jalanan. Akibat pandemi COVID-19, Indonesia terpuruk, dan membutuhkan para pengambil kebijakan yang mampu memberi solusi terbaik.

"Situasi saat ini bukan jalanan lurus dan mulus, nyaman udaranya. Ibarat jalan, kondisi sekarang ini jalannya menanjak ke atas, sangat curam. Ada bebatuan, petir dan gledek karena wabah COVID-19," ucapnya.

Karena jalanan yang dilalui bangsa Indoneia menanjak, berbatu dan curam, maka kabinet yang dibutuhkan menurutnya harus yang sangat mumpuni. Ibarat mobil, harus yang double gardan 4x4.

"Apakah menteri yang ada mampu mengganti mesinnya dengan 4x4? Untuk itu saya kira presiden bisa mengevaluasi, siapa yang sudah 4x4 dan siapa yang masih 4x2," ucapnya.

Adian khawatir jika kabinet tidak bisa berubah menjadi lebih baik, Indonesia tidak akan sampai pada tujuan yang diinginkan seperti visi misi presiden.

"Mungkin yang dibutuhkan bukan kecepatan, tetapi tenaga. Mungkin menteri yang biasanya tidur 8 jam, sekarang 3 jam sehari. Jangan-jangan menteri yang dibutuhkan sekarang harus terus berkeliling dan tidak pulang-pulang ke rumah," katanya. (gir/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler