Aduuhh.. Delapan Oknum Kader HMI Diamankan

Setelah Kedapatan Membawa Senjata Tajam

Selasa, 24 November 2015 – 06:37 WIB
Kader HMI saat membuat rusuh di Pekanbaru, Riau/ Dok Jawa Pos

jpnn.com - PEKANBARU- Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia di Pekanbaru, hingga Senin (23/11) masih di warnai dengan berbagai kericuhan dan bentrokan sekitar Gelanggang Remaja Pekanbaru yang menjadi arena utama pelaksanaan kongres. Kondisi ini membuat kongres belum bisa berjalan maksimal. 

Akibat kericuhan ini, panitia kongres juga belum bisa memulai satu agenda pun yang di jadwalkan. Bahkan, melihat potensi keributan dan kericuhan di pelaksanaan Kongres HMI, ratusan anggota Polda Riau dan Polresta Pekanbaru, melakukan sweeping terhadap peserta kongres.

BACA JUGA: Penggusuran Ruli Berkahir Ricuh, Polisi Tembakan Puluhan Gas Air Mata

Hasilnya, sungguh mengejutkan. Aparat kepolisian menyita puluhan senjata tajam yang terdiri dari pisau, parang, badik, martir, cangkul, anak panah, celurit, senjata api rakitan, senjata api jenis air Softgun, maupun sisa narkoba. 

Sweeping dilakukan polisi ke tiga tempat penginapan ribuan kader HMI asal Sulawesi yang mengikuti Kongres HMI.  Tiga tempat tersebut yakni Gelanggang Remaja, anjungan Pelawawan Purna MTQ, dan Kampus Unri Gobah. 

BACA JUGA: Kejam Banget! Kakek Dibacok, Tangan Kiri Putus, Nyawa Melayang

Pada sweeping tersebut Polisi ikut mengamankan delapan kader HMI asal Sulawesi yang kedapatan membawa senjata tajam. Mereka saat ini sedang diperiksa secara intensif di Makopolresta Pekanbaru dan Mapolda Riau, untuk proses hukum selanjutnya.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarief Hidayat mengatakan bahwa beberapa elemen masyarakat Riau sudah reseh dengan beberapa tindakan teman-teman yang dinilai tidak wajar. 

BACA JUGA: Ketagihan Gituin Pacar, Remaja Ini Diciduk Polisi

"Memang tidak semua teman-teman, karena ada oknum dari teman-teman, tindakan ini hanya untuk jangan sampai oknum akhirnya membawa virus yang buruk dan memprovokasi," terangnya.

Ia mengatakan mengertikan akan kelelahan teman-teman yang datang dari jauh, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan untuk melakukan tindakan melakukan hukum atau melanggar keteriban umum.

"Polri dan TNI banyak mengambil alih peran panitia, yang kami ingin adalah bagaimana  proeses kongres beberapa hari kedepannya, berjalan lancar," terangnya. (hsb/dik/ali/luk/cr1/dkk)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Entah Sedih atau Gembira, UMK Kukar Hanya Naik Rp 9 Ribu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler