Ahli Agama Pastikan Surah Al-Maidah Ayat 51 Berisi…

Selasa, 21 Februari 2017 – 13:58 WIB
Ahok saat sidang. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Salah satu yang sempat diucapkan terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah jangan mau dibohongi dengan Surah Al-Maidah ayat 51. Di mana hal itu kini menyeret dia ke kursi pesakitan di pengadilan.

Menyikapi isi Surah Al-Maidah ayat 51, ahli agama Islam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar memastikan isi ayat itu berkaitan dengan larangan memilih pemimpin non muslim.

BACA JUGA: Inilah Dua Kesalahan Fatal Ahok Menurut Kiai NU

"Ini sesuai dengan berbagai beberapa ayat Ali Imran, An Nisa, dan sebagainya yang semakna dengan Al-Maidah 51," ucap Miftachul Akhyar di persidangan Ahok di Auditorium Kementan, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (21/2)

Dia menuturkan, turunnya surah itu lantaran adanya sahabat Nabi Muhammad SAW yang merasa dikhianati dan kemudian memilih memisahkan diri dari ajaran.

BACA JUGA: Novanto: Jangan Khawatir, Percayakan Pada Penegak Hukum

Miftahul mengatakan bahwa pemimpin yang dimaksud dalam ayat itu adalah pemimpin agama dan dunia. "Maksud pemimpin ya yang memimpin agama dan dunia,” katanya.

Miftachul yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU itu membeberkan makna surah Al-Maidah Ayat 51 yang juga tercantum dalam surat-surat lain dalam Al-Quran.

BACA JUGA: FUI: Bagi Kami Ini Pelecehan!

Namun, pada ayat itu tak spesifik penyebutan kata 'aulia' seperti pada Al-Maidah ayat 51. Kata dia, arti kata 'aulia' dalam surat Al-Maidah ayat 51 bermakna pemimpin.

"Jadi itu hakikatnya sama karena dalam mengambil pemimpin cukup sederhana. Kalau diartikan pertemanan, hanya pertemanan saja dilarang apalagi pemimpin," tukas dia.(elf/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sidang Ahok Sepi Pedemo, Massa Pilih Streaming Aksi 212


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler