Ahmad Basarah: Alumni Kelompok Cipayung Mendukung Jokowi Mengambil Langkah Terbaik

Kamis, 19 Agustus 2021 – 12:26 WIB
Renungan HUT Kemerdekaan RI ke-76 Alumni Kelompok Cipayung di Jakarta, Rabu (18/8). Foto: Screenshot Zoom

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah menyatakan alumni Kelompok Cipayung mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengambil segala langkah terbaik bagi bangsa Indonesia. Terlebih keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi politik hukum di negara ini.

Menurut Basarah, Presiden Jokowi memiliki basis legalitas dan legitimasi yang kuat untuk melakukan segala hal yang terbaik untuk melindungi bangsa dan segenap tumpah darah Indonesia termasuk dari bahaya dan ancaman pandemi Covid 19.

BACA JUGA: HNW: Masa Jabatan Jokowi sebagai Presiden Berakhir 2024, Bukan 2027

"Inilah momentum yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk membuktikan bahwa jiwa gotong royong sebagai intisari dari Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan bekerja di tengah bangsanya sendiri," ujar Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua MPR dalam Renungan HUT Kemerdekaan RI ke-76 di Jakarta, Rabu (18/8).

Kegiatan yang digelar organisasi alumni Kelompok Cipayung itu dihadiri oleh pendiri Kelompok Cipayung Akbar Tanjung dan para pimpinan nasional Forum Alumni Kelompok Cipayung yang terdiri dari Korps Alumni HMI (KAHMI), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma PMKRI) dan Perkumpulan Senior GMKI (PS GMKI).

BACA JUGA: Habib Bahar Ribut dengan Napi Pembunuhan Berantai, Konon Masalah Uang

Menteri Sekretaris Negara Pratikno selaku keynote speaker di forum itu mengatakan pandemi Covid-19 merupakan momentum yang menguji, mengajarkan, dan mengasah rakyat Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian dan mempererat soliditas bangsa.

Pratikno menjelaskan pembelajaran dari pandemi Covid-19 yakni meneguhkan kepublikan bangsa Indonesia yang sangat jauh lebih penting dari urusan pribadi. Ungkapan No-one is safe until everyone is safe, katanya, sangat tepat untuk memperjelas pentingnya kepublikan.

BACA JUGA: Menurut Ferdinand, Ide Bamsoet Bisa Menyembuhkan Kekacauan

Dalam konteks Indonesia, lanjut mantan rektor UGM itu, komitmen kepublikan ditunjukkan dengan perlunya gotong royong, semangat koperasi, dan berbagai hal lainnya yang digerakkan secara bersama-sama.

"Tidak bisa lagi mengatasi pandemi dengan hanya mengandalkan langkah-langkah privat atau pribadi," kata Pratikno.

Ketua Umum IKA PMII Ahmad Muqowam sepakat pentingnya kebersamaan seluruh elemen bangsa agar bisa mengatasi kondisi pandemi tersebut.

Dia menyebut pemerintahan Jokowi memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam menggerakkan pemerintahan pusat dan daerah beserta segenap elemen masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Viva Yoga Mauladi dan Ketua Umum Forkoma PMKRI Hermawi Taslim memberikan apresiasi atas pandangan yang disampaikan Pratikno terkait soliditas dan kemandirian bangsa.

Hal tersebut menunjukkan pentingnya kedaulatan bangsa Indonesia sehingga bisa mengatasi berbagai persoalan di dalam negeri. Semangat soliditas itu sudah ditumbuhkan dalam semua organisasi Kelompok Cipayung yang dideklarasikan pada 22 Januari 1972.

Dalam kesempatan itu, Akbar Tanjung secara khusus menegaskan bahwa Kelompok Cipayung sebagai miniatur Indonesia hendaknya senantiasa tetap dalam koridor dan semangat Indonesia yang dicita-citakan.

"Semangat Kelompok Cipayung senantiasa tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus serta menjadi cerminan dari semua elemen bangsa Indonesia," ujar mantan Ketua Umum PB HMI itu. (*/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi, M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler