Kelompok Cipayung Garda Terdepan Menjaga Negara Pancasila

Minggu, 23 Juni 2019 – 09:25 WIB
Wakil Ketua MPR sekaligus Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah pada dalam acara Halalbihalal Alumni Kelompok Cipayung di Jakarta, Sabtu (22/6). Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Alumni Kelompok Cipayung yang terdiri dari Korps Alumni HMI (KAHMI), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), Senior GMKI dan Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma PMKRI) menegaskan kembali komitmen untuk menjaga dan mengawal semangat "Indonesia Yang Dicita-citakan" sebagaimana isi Pembukaan UUD 1945. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal Alumni Kelompok Cipayung di Jakarta, Sabtu (22/6).

Hadir dalam acara tersebut Pendiri Forum Kelompok Cipayung dan mantan Ketua Umum PB HMI Akbar Tanjung dan Hamdan Zoelva Koordinator Presidium Nasional KAHMI, tokoh GMNI Theo Sambuaga dan Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah, Ketua Umum IKA PMII Ahmad Muqowam, Ketua Umum Senior GMKI Febri Tetelepta dan Ketua Umum Forkoma PMKRI Leonardo Renyut. Selain itu hadir juga para Ketua Umum PB HMI, PMII, GMNI, PMKRI dan GMKI.

BACA JUGA: Cerita Basarah soal Imbas Stigma Bung Karno Terlibat PKI ke PDIP dan Jokowi

Terbentuknya Forum Kelompok Cipayung merupakan kesepakatan para Pimpinan organisasi Kelompok Cipayung untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Deklarasi itu ditandatangani oleh masing-masing Ketua Umum Kelompok Cipayung tanggal 22 Juni 1972 di Cipayung, Bogor oleh Akbar Tanjung (Ketua Umum PB HMI), Abduh Padare (Ketua Umum PB PMII), Suryadi (Ketua Umum DPP GMNI), Kris Siner Key Timu (Ketua Umum Presidium PMKRI) dan Binsar Sianipar (Ketua Umum PP GMKI).

BACA JUGA: Ketahuilah, Penguatan MPR Bisa dilakukan Melalui Dua Cara

BACA JUGA: Dorong Milenial Kian Gandrung Bung Karno dan Pancasila

Akbar Tanjung dalam sambutannya menyampaikan kegembiraannya karena organisasi Kelompok Cipayung terus melahirkan generasi pemimpin-pemimpin bangsa baik yang menjadi menteri, kepala daerah, guru besar, pengusaha dan lain lain.

Wakil Ketua MPR dan Ketua Umum PA GMNI Ahmad Basarah dalam ceramah halalbihalalnya, menegaskan pentingnya kehadiran dan keberlanjutan organisasi Kelompok Cipayung sebagai kawah chandradimuka calon-calon pemimpin bangsa untuk menjadi garda terdepan mengawal negara Pancasila.

BACA JUGA: Analisis Hamdan tentang Pemahaman Bung Karno soal Islam & Nasionalisme

Semangat menjaga Indonesia dari segala ancaman ideologi transnasional yang dapat merusak persaudaraan kebangsaan Indonesia adalah keniscayaan dan kebutuhan bangsa saat ini.

Ancaman ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan media sosial serta menyasar generasi muda dan mahasiswa. Keberadaan ormas HMI, PMII, GMNI, PMKRI dan GMKI di kampus-kampus menjadi penting untuk menangkal bekerjanya ideologi liberalisme dan ekstrimisme agama dengan segala modus operandinya.

Menurut Basarah, semangat dan nilai perjuangan keagamaan dan kebangsaan dalam satu tarikan nafas yang dianut ormas Kelompok Cipayung ini sangat tepat jika diberdayakan oleh pemerintah dan komponen bangsa Indonesia lainnya untuk menangkal bahaya ekstrimisme agama dan liberalisme.

Hamdan Zoelva dalam sambutannya mengajak aktivis Kelompok Cipayung untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dalam era persaingan dunia yang semakin kompetitif dan kompleks.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kiai Maruf Sebut Khilafah Otomatis Tertolak, Begini Penjelasannya


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler