Ahmadinejad Ancam AS dari Perbatasan Israel

Sabtu, 16 Oktober 2010 – 03:40 WIB
BEIRUT - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad tak menyia-nyiakan kesempatan berpidato di dekat perbatasan Israel-Lebanon untuk memberikan pesan peringatan kepada Amerika SerikatDalam orasinya, pemimpin berusia 47 tahun tersebut menyatakan Iran adalah "pemain utama" di wilayah Timur Tengah dan tidak bisa diisolasi oleh siapapun.

"Jika Anda mengisolasi Iran, Iran akan menjatuhkan Anda di Lebanon atau di tempat lain," ujar Ahmadinejad seperti ditulis dalam tajuk harian lokal berbahasa Arab Al-Anwar dan dikutip AFP

BACA JUGA: Gubernur Sinting Unggah Foto Cacing

Dipaparkan, jika Washington ingin mencari solusi masalah di Timur Tengah, mereka harus mengetuk pintu Iran.

Amerika Serikat dan sekutunya memang terus mengkampanyekan pengisolasian Iran untuk mendesak Teheran agar menghentikan program nuklirnya
Teheran sendiri menegaskan bahwa program nuklir tersebut untuk tujuan damai dan kepentingan sipil.

Kunjungan dua hari Ahmadinejad ke Lebanon itu merupakan kali pertama sejak dirinya terpilih sebagai presiden pada 2005

BACA JUGA: Pria Nepal Pegang Rekor Pria Paling Mini

Lawatan itu disebut sebagai dukungan terhadap Hizbullah, kelompok militan Syiah yang terlibat perang dengan Israel pada 2006
Peperangan yang juga disebut-sebut sebagai perang bayangan antara Iran dan Israel.

Amerika Serikat dan Israel mengecam kunjungan Ahmadinejad tersebut sebagai tindakan provokatif

BACA JUGA: Israel Waspadai Lawatan Ahmadinejad

Sementara sejumlah anggota parlemen Lebanon pro barat melihat kunjungan itu dijadikan media bagi Ahmadinejad untuk menyatakan kepada musuh-musuhnya bahwa Iran mempunyai "pangkalan militer" di Mediteranian.

Betapa tidakAhmadinejad disambut bak pahlawan saat tiba di LebanonBahkan saat berkunjung di Bint Jbeil dia disediakan panggung besar, dengan foto raksasa, untuk berpidato.

Dalam kunjungan tersebut pemimpin Hizbullah Sheik Hassan Nasrallah menghadiahi sepucuk senjata serang milik tentara Israel yang berhasil disita dalam perang pada 2006Hadiah tersebut diberikan saat Ahmadinejad mengakhiri kujungannya.

Dalam sebuah pernyataan resmi Hizbullah penyerahan senjata tersebut dilakukan di kedutaan besar Iran di Beirut, Kamis (14/10) sesaat setelah presiden Iran mengakhiri rangkaian kunjungannya.

Perang antara Israel dan Hizbullah yang pecah pada 2006 terjadi setelah kelompok militan menangkap dua tentara Israel dalam sebuah penyergapan lintas perbatasanDalam perang 34 hari tersebut 1.200 rakyat Lebanon menjadi korbanSementara dari pihak Israel 160 tentaranya tewasIran adalah negara donor utama bagi kelompok Hizbullah dan diyakini menyuplai senjata kepada mereka(cak/jpnn/ami)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiongkok Tak Terima Liu Xiaobo Menang Nobel


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler