Ahok Curiga Ada Kesengajaan Salah Tulis Nama

Rabu, 19 April 2017 – 05:56 WIB
Ahok. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hari ini warga DKI Jakarta akan menentukan siapa gubernurnya; Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atau Anies Baswedan.

Sementara itu, potensi penyalahgunaan wewenang oleh anggota KPPS diakui Ahok, yang sudah aktif lagi sebagai Gubernur DKI Jakarta.

BACA JUGA: Lucky Hakim: Jangan Paksa Saya Suka Ahok

Salah satunya berupa kesalahan penulisan nama atau nomor induk kependudukan (NIK) di formulir C-6 atau surat undangan memilih.

’’Kan ada beberapa oknum kayaknya sengaja salah tulis,’’ ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan kemarin (18/4).

BACA JUGA: Panas, Bawaslu Tambah Pengawas dari Luar Jakarta

Bila itu terjadi, pemilih tidak perlu ragu untuk tetap datang ke TPS dan menggunakan hak suaranya. Dia mengingatkan, C-6 hanyalah undangan, bukan syarat untuk memilih.

’’Tunjukin aja e-KTP nya. Kan kalau dia bisa terbitkan C-6 pasti ada di dalam DPT (namanya),’’ lanjut mantan Bupati Belitung Timur itu.

BACA JUGA: Imam Besar Istiqlal: Biarkan Mereka Menikmati Pesta Demokrasi

Kalau sampai ada oknum anggota KPPS yang mempersoalkan nama pemilih di C-6 dan melarang memilih bila nama atau NIK salah, justru dia harus diperkarakan. Itu berarti memang ada kesengajaan untuk membuat data di C-6 tersebut keliru.

Bagaimanapun, yang mengisikan nama pemilih di formulir C-6 adalah KPPS. Pemilih yang tidak mendapatkan C-6 pun dijamin tetap bisa datang, selama dia memegang e-KTP DKI atau surat keterangan (Suket).

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyerukan supaya umat beragama menahan diri memasuki Pilkada DKI Jakarta hari ini.

Dia berharap umat beragama dapat menyalurkan hak suaranya dalam suasanya yang tenang.

Dia menjelaskan esensi dalam Pilkada DKI Jakarta adalah menghadapi perbedaan. Lukman menyatakan pilkada adalah pertarungan politik.

Pemenangnya adalah yang mendapat suara masyarakat terbanyak. "Segala perbedaan selama ini harus diselesaikan," katanya.

Lukman menjelaskan siapapun yang menang dalam coblosan hari ini harus berjiwa besar. Selain itu juga wajib mengayomi seluruh masyarakat.

Kepada pihak yang kalah, termasuk pendukungnya, diharapkan bisa legawa. "Bersama-sama mendukung yang menang," katanya.

Dia menegaskan pilkada jangan sampai menjadi pemutus tali persaudaraan umat beragama. "Setajam apapun perbedaannya, jangan sampai tali persaudaraan terputus," katanya.

Terkait dengan kabar pengerahan massa, Lukman berharap masyarakat bisa menjaga diri. Dia menyerukan supaya publik menyerahkan urusan pengamanan dan pengawasan ke pihak yang berwenang.

Baik itu ke aparat polisi, TNI, Bawaslu DKI Jakarta, bahkan kepada masing-masing tim saksi kandidat gubernur. (far/bay/jun/byu/wan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Tanda-Tanda Anies-Sandi Bakal Menang?


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler