Ahok Lagi Cari Panggung

Minggu, 15 Februari 2015 – 11:48 WIB
Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mencak-mencak saat listrik di kawasan Waduk Pluit, Senin (9/2) dimatikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Ahok pun menuding PLN biang kerok yang menyebabkan pompa air di waduk itu tidak bisa dioperasikan, yang akhirnya banjir meluap hingga sekitar Istana Negara.

BACA JUGA: KPK Diteror, Koruptor Berteriak Girang

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir juga nampak berang. Ia menyayangkan pernyataan Ahok yang justru malah memojokkan PLN.
 
Lalu apa sudah ada pembicaraan dengan Pemprov DKI untuk menjelaskan pemadaman tersebut? Apa langkah yang akan PLN lakukan untuk mengantisipasi hal yang serupa? Berikut petikan wawancara reporter JPNN.com, Yessy Artada di Jakarta beberapa hari lalu.

Gimana perasaannya Pak, dituduh menjadi biang kerok penyebab banjir oleh Ahok?

BACA JUGA: Kami Ingin Pak Jokowi Sadar

Ya tentu kami kaget.

Ada berapa gardu yang dipadamkan PLN saat itu?

BACA JUGA: Dia Itu Banyak Bebannya

Dari 17.000 gardu seluruh Jakarta dan Tangerang, 625 gardu dipadamkan saat puncak banjir terjadi (Senin, 9/2) lalu. Beberapa wilayah yang terkena dampak pemadaman daerah Marunda, Cikupa, Kebon Jeruk, Tanjung Priok, Menteng dan Cempaka Putih.
    
Tanggapan Anda terhadap pernyataan Ahok?

Memang ada beberapa hal yang agak kontradiksi dari statement Pak Ahok, PLN memang betul mematikan waduk Pluit pada hari Senin jam 11 hingga jam 13, itu hampir dua jam. Sedikit gambaran bahwa waduk Pluit itu letaknya di bibir pantai dan banyak sekali gardu yang sudah kebanjiran. Karena Waduk Pluit ada di pinggir gardu induk Muara Karang, sehingga butuh 18 gardu distribusi. Kebetulan Gardu Pluit ada di posisi gardu 2, 3 dan 4, dan di kawasan gardu 8-17 banyak yang terkena banjir, maka langsung kami matikan.

Anda sempat bilang bahwa Ahok tidak paham soal listrik, mengapa?

Statement beliau terlalu cepat menyalahkan PLN. Padahal jelas dia tahu bahwa banjir menyebabkan listrik mati, bukan listrik yang menyebabkan banjir. Memang nampaknya beliau tidak memahami.

Apa memang sudah cukup bahaya sehingga PLN harus mematikan listrik di Waduk Pluit itu?

Tidak mungkin listrik mati, jadi banjir, yang ada banjir jadi listrik mati. (Ahok) membangun panggung sendirian. Dia menginginkan PLN tetap jalan, kami sampaikan tidak akan kami jalankan, banjir membahayakan masyarakat. Betul-betul kami hanya mengamankan masyarakat di jalur gardu 17 dan 18. Tapi mereka salah terima dan beliau terlalu cepat bicara. Seharusnya tanya dulu kepada kami, jangan main menyalahkan saja. Kami murni menyelamatkan masyarakat agar tidak menjadi korban sengatan listrik.

Intinya PLN merasa tidak bersalah?

Beliau tidak paham secara detail. Kami tetap sampaikan kewajiban dipertahankan (padamkan gardu saat banjir). Itu sudah benar dan keputusan pemadaman gardu juga sudah melalui pertimbangan dari para general manajer PLN.

Seberapa bahaya kalau gardu sampai terendam air atau kena banjir?

Bahayanya bukan di gardu, instalasi yang terendam listrik. Listrik berbahaya. Kami melihat di sekeliling kami, begitu perumahan airnya sudah naik, matikan! Resikonya terlampau tinggi. Jadi bukan masalah gardu yang terendam, tapi karena kondisi rumah yang membahayakan.

Ahok sempat minta agar Waduk Pluit lebih diprioritaskan saat banjir?

PLN memahami bahwa Waduk Pluit itu penting, karena itu kami padamkan sementara dan mengubah dengan mengalihkan sementara jalur distribusi listriknya.

Saran untuk Pemprov DKI?

Sebaiknya DKI sesuai dengan lokasi strategis memiliki genset sendiri. Jadi gedung-gedung underpass jalan, begitu banjir, genset hidup, bisa menarik pompa air. ***

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suara Effendi Simbolon, Suara Megawati?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler