AHY Kembali Serang Moeldoko, Begini Kalimatnya

Minggu, 07 Maret 2021 – 13:22 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers terkait KLB P, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, permasalahan yang terjadi di PD bukan urusan internal belaka.

Sebab, kata dia, terdapat pihak eksternal turut campur dalam persoalan di Demokrat.

BACA JUGA: Demokrat Bisa Tamat pada Pemilu 2024

"Jadi ini bukan hanya masalah internal partai," kata AHY ditemui awak media di kantor DPP PD, Jakarta Pusat, Minggu (7/3).

Berbicara persoalan di PD, AHY lantas menyinggung pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) partai berlambang segitiga merah putih itu di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3).

BACA JUGA: Hati-hati Saat Berhenti di Jalan Raya Puncak Bogor, Firman Mulyadi jadi Korbannya

Forum itu diketahui melibatkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang bukan kader PD. Bahkan, bekas panglima TNI itu pun dilantik sebagai Ketum Demokrat dalam forum tersebut.

AHY menerangkan, mekanisme sanksi di PD sudah jelas ketika persoalan hanya melibatkan unsur internal. Namun, masalah kali ini menjadi rumit setelah Moeldoko ikut terlibat.

BACA JUGA: Puluhan Pemuda di Serang Berkumpul, Bersorak Sambil Mengacungkan Celurit

"Kali ini sungguh berbeda karena aktor eksternal, yaitu KSP saudara Moeldoko yang terlibat langsung dan dengan kesadaran penuh mengambil kepemimpinan PD secara tidak sah secara ilegal dan secara inkonstitusional," ujar AHY.

Sebagai informasi, Moeldoko terpilih sebagai Ketum PD menggantikan AHY setelah pelaksanaan KLB PD di Deli Serdang. 

Namun, AHY tidak terima atas pelaksanaan KLB PD itu karena ilegal. Sebab, forum tersebut tidak memenuhi prasyarat melaksanakan KLB PD.

Dalam AD/ART PD menyebutkan, pelaksanaan KLB wajib direstui 2/3 suara para Ketua DPD, direstui setengah dari total ketua DP, dan disetujui oleh Ketua Majelis Tinggi Partai. (ast/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler