jpnn.com - JAKARTA - Kepolisian menerjunkan anjing pelacak dari Unit Satwa (K9) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri untuk melacak para korban tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah. Hanya saja, meski penciuman anjing pelacak dikenal tajam namun tetap ada kendala dalam pencarian korban yang masih tertimbung longsoran.
Menurut Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Agus Rianto, unit anjing pelacak memang sudah berhasil mengidentifikasi satu lokasi korban yang masih tertimbun longsoran. Namun, medan yang tertutup air dan lumpur menyulitkan penciuman anjing pelacak. "Sehingga penginderaan dan penciuman satwa kami tidak maksimal," katanya di Mabes Polri, Senin (15/12).
BACA JUGA: 2020, Indonesia Bebas Sampah Menumpuk
Meski demikian Polri tak patah arang. Upaya maksimal untuk membantu menemukan sejumlah korban yang masih hilang masih terus dilakukan bersama tim lain di lapangan. “Kita terus berupaya maksimal," ujar Agus.
Selain itu, Mabes Polri juga masih menunggu laporan dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah yang sudah diterjunkan ke lokasi bencana. Mabes Polri memang tak mengirimkan tim DVI, karena sementara ini sudah ada tim serupa dari Polda Jateng.
BACA JUGA: ââ¬Å½Panitera MK Dicecar Tahapan Persidangan Pilkada Tapteng
"DVI masih kita kirimkan dari Polda Jateng, karena korban masih bisa dikenali. Jadi, DVI Polri masih menunggu perkembangan dari DVI Jateng," katanya.
Longsor ini menelan puluhan korban jiwa dan kerugian materil. Beberapa warga masih dinyatakan hilang.
Musibah ini juga membuah Mabes Polri prihatin. "Kapolri serta seluruh jajaran berbelasungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang terjadi di Banjarnegara," kata Agus.(boy/jpnn)
BACA JUGA: Longsor Banjarnegara, Kewenangan BNPB Tetapkan Bencana Nasional
BACA ARTIKEL LAINNYA... Densus Libas Dua Anak Buah Santoso
Redaktur : Tim Redaksi