Airlangga Ajak Mahasiswa PKN STAN Manfaatkan Ekonomi Digital

Sabtu, 09 Desember 2023 – 10:31 WIB
Airlangga hadir secara virtual dalam acara Ekon Goes to Campus STAN “Peran Penting Generasi Muda Mendukung Transformasi Ekonomi Nasional menuju Indonesia Emas 2045” di BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (8/12). Foto: dok Kemenko Perekonomian

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan transformasi di segala bidang menjadi kebutuhan tak terelakkan bagi Indonesia.

Terutama, kata Airlangga, dalam mewujudkan visi menjadi negara maju pada 2045, termasuk kemampuan untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi di era digital saat ini.

BACA JUGA: Menko Airlangga Luncurkan Buku Putih Stranas Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030

Hal itu diungkapkan Airlangga yang hadir secara virtual dalam acara Ekon Goes to Campus STAN “Peran Penting Generasi Muda Mendukung Transformasi Ekonomi Nasional menuju Indonesia Emas 2045” di BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (8/12).

Namun, kemampuan tersebut juga harus diikuti dengan kesiapan dalam meningkatkan keahlian yang relevan bagi kebutuhan masa depan.

BACA JUGA: Menko Airlangga Tekankan Kerja Sama Ekonomi Digital Bagi Pengembangan UMKM

Oleh karena itu, pemerintah terus mengakselerasi kemajuan pembangunan infrastruktur digital nasional secara signifikan seperti pembangunan jaringan fiber optic Palapa Ring sepanjang lebih dari 12 ribu km yang menghubungkan paling tidak 57 Kota/Kabupaten, menambah Base Transceiver Station di 8.100 titik, serta pemanfaatan Satelit Multifungsi Satria untuk lebih dari 150.000 lokasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Saat ini, pemerintah telah meluncurkan program Akademi Kepemimpinan Digital dan Beasiswa Talenta Digital dan dibantu mitra-mitra swasta seperti Apple, Microsoft, Amazon, dan lainnya.

BACA JUGA: Usaid, AWS, dan Elitery Dorong Percepatan Ekonomi Digital Indonesia 

"Hal itu untuk menciptakan 9 juta talenta digital selama 15 tahun,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga menyampaikan Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki melalui empat strategi yakni dengan memanfaatkan momentum bonus demografi, digitalisasi, inovasi, dan kewirausahaan.

"Para mahasiswa sebagai generasi muda bangsa dan ujung tombak perubahan, pun harus memiliki potensi untuk mengubah wajah ekonomi Indonesia lebih baik ke depan melalui ide-ide inovatif yang dieksekusi dengan tepat," ungkapnya.

Juru Bicara sekaligus Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto pada kesempatan yang sama menyampaikan pentingnya peran para generasi muda untuk menentukan perekonomian Indonesia di masa depan.

Haryo menjelaskan dengan berbagai peran dan capaian perekonomian Indonesia termasuk di kancah dunia hingga saat ini, generasi muda harus mampu selalu membangun optimisme menjaga ketahanan ekonomi nasional.

"Berbagai upaya yang dilakukan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 tidak ada artinya kalau tidak ada generasi muda di 20 tahunan lagi yang siap menggantikan kami, dan harus lebih sukses. Indonesia bisa menjadi negara maju, keluar dari middle income trap country. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi ekonomi digital, yang saat ini terus dikembangkan Pemerintah,” ujar Juru Bicara Haryo.

Memasuki sesi diskusi panel, program Ekon Goes to Campus kemudian menghadirkan 3 narasumber yakni Asisten Deputi Bidang Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Theodore Sutarto, Pranata Humas Ahli Madya Kemenko Perekonomian Ferry Surfiyanto, dan Sekretaris Program Studi Diploma III Akuntansi PKN STAN Raynal Yasni.

Dipandu oleh Dosen Asisten Ahli Statistika, Ekonometrika, Ekonomi, Keuangan Publik, Metodologi Penelitian PKN STAN Nur Indah Lestari, sesi diskusi panel tersebut mengupas secara menarik banyak ragam wawasan terkait visi Indonesia Emas 2045 dan pengembangan ekonomi digital Indonesia.

Asisten Deputi Bidang Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Theodore Sutarto mengatakan pemanfaatan digital penting bagi perkembangan ekonomiIndonesia.

Kemudahan akses yang dimunculkan bagi sosio-ekonomi Indonesia mendorong perkembangan khususnya bagi UMKM.

"Contohnya, kemudahan akses pembayaran melalui QRIS dan akses kepada program pembiayaan seperti KUR,” kata Theodore.(jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Elvi Robiatul, Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler