Airlangga Dorong Inklusi Keuangan dan Penguatan UMKM Lewat Pondok Pesantren

Jumat, 22 April 2022 – 16:27 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (20/4). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, TASIKMALAYA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian gencar mengintegrasikan kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif pada ekosistem pondok pesantren melalui layanan keuangan digital dan program kemandirian ekonomi pondok pesantren.

Tujuannya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengakselerasi transformasi ekonomi digital di masyarakat.

BACA JUGA: Airlangga Didoakan Jadi Presiden oleh Habib Usman, Pengamat: Cerminan Keinginan Masyarakat

Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto saat mengunjungi beberapa pondok pesantren di Tasikmalaya dan Garut. Menurutnya, peran pondok pesantren cukup strategis dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sekitar 234.9 juta jiwa, pondok pesantren memiliki peranan penting dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat melalui berbagai program.

BACA JUGA: Airlangga Beri Sinyal Dukung Tokoh ini Maju Pilgub DKI Jakarta

“Melalui program tersebut kita berharap pondok pesantren dan para santri, serta masyarakat sekitarnya, dapat terintegrasi dengan agenda pemulihan, transformasi dan peningkatan ekonomi secara lebih cepat dan massif. Kita juga ingin mendorong lebih banyak santri dan anak muda yang menjadi wirausaha,” ujarnya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (20/4).

Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar ini mengungkapkan pemerintah bertugas menyalurkan berbagai kebijakan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Jokowi Larang Menteri Bahas Pemilu, Bambang Pacul Singgung Airlangga dan Sebut Luhut Prime Minister

"UMKM kita alhamdulillah tangguh dan hebat, mampu menjadi buffer atau penyangga ketika krisis terjadi. Terbukti, satu-satunya kredit usaha yang tumbuh dalam 2 tahun adalah kredit usaha kecil. Anak muda kreatif termasuk komunitas ekonomi santri memiliki potens besar dan memainkan peran istimewa dalam hal ini," bebernya.

Terpisah, pengamat ekonomi kreatif yang juga pengajar FISIP Universitas Sriwijaya, Ferdiansyah Rivai memuji inisiatif Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang berkeliling ke pondok pesantren untuk mendorong inklusi keuangan sekaligus mendorong kewirausahaan dan penguatan UMKM.

Menurut Ferdi, Indonesia sudah terintegrasi dengan beragam sistem keuangan dan perdagangan secara lokal, nasional sampai global. Jika ingin optimal memanfaatkan kesempatan ini untuk penguatan ekonomi rakyat maka masyarakat khususnya UMKM, badan usaha, atau berbagai lembaga pemberdayaan masyarakat, termasuk pesantren, harus memahami dan terintegrasi dengan model kolaboratif dan digitalisasi sistem ekonomi kontemporer.

"Perluasan akses finansial membuka kesempatan untuk pembiayaan. Kemunculan marketplace bersamaan dengan perkembangan ekonomi digital yang inklusif memberi peluang hadirnya pemain baru dan bangkitnya ekonomi kreatif. UMKM adalah pemain utamanya, pesantren merupakan potensi besarnya, apalagi untuk tujuan menggerakkan ekonomi umat", jelas Ferdi.

Selain tentunya, dengan inklusi keuangan, ia menambahkan, akan sangat membantu penyaluran beragam program pemerintah ataupun swasta yang terkait dengan pembiayaan usaha ataupun hanya sekedar bantuan keuangan kepada warga masyarakat secara langsung. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler