AirNav Indonesia Optimalkan Jalur Penerbangan Selatan Jawa

Kamis, 25 Januari 2018 – 18:59 WIB
AirNav Indonesia. Foto IST

jpnn.com, TASIKMALAYA - AirNav Indonesia mendukung program pemerintah dalam mengoptimalkan bandara-bandara di jalur selatan Jawa.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan layanan navigasi penerbangan pada sejumlah bandara di jalur selatan akan ditingkatkan untuk mendorong multiplier effect yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

BACA JUGA: 2017, Angka Kecelakaan Pesawat Menurun

“Ada tiga bandara yang menjadi perhatian kami, untuk ditingkatkan level pelayanan navigasi penerbangannya yakni Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya. Kami akan merenovasi tower dan memperbaiki peralatan navigasinya," ujar Novie.

Kemudian Bandara Wirasaba di Purbalingga akan dilakukan pengembangan bandara baru berkolaborasi dengan TNI AU, Pemda, pengelola bandara, dan rencananya akan mulai beroperasi pada Desember 2019.

BACA JUGA: INACA Tinjau Layanan AirNav Cabang Surabaya dan Makassar

"Di Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo. Di Bandara Kulonprogo kami telah mengalokasikan dana senilai Rp 79,6 miliar untuk investasi pembangunan tower beserta peralatan fasilitas pendukungnya,” kata Novie.

Langkah strategis lain yang dilakukan AirNav Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di selatan Jawa adalah dengan membuka rute penerbangan selatan Jawa (Tango One) sejak 12 Oktober 2017 lalu.

BACA JUGA: Kemenhub Bakal Sering Lakukan Rampcheck di Bandara Papua

Menurut Novie rute ini merupakan rute penerbangan domestik pertama yang berbasis satelit.

“Rute Tango One ini adalah rute domestik berbasis performance based navigation (PBN) pertama di Indonesia. Selama ini, rute berbasis PBN baru mencakup rute internasional saja. Dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi, pengaturan lalu lintas penerbangan akan menjadi lebih presisi dan akurat,” paparnya.

Novie menjelaskan rute selatan Jawa ini perlu dibuat karena penerbangan di sisi utara pulau Jawa merupakan rute penerbangan domestik terpadat di Indonesia. Kurang lebih sebanyak 4.000 penerbangan setiap bulannya melintasi jalur utara pulau Jawa ini.

AirNav Indonesia melakukan sejumlah program strategis untuk optimalisasi pengembangan jalur penerbangan selatan Jawa ini agar berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain kesiapan fasilitas dan SDM, prosedur dan koordinasi antara unit layanan navigasi penerbangan terus ditingkatkan melalui pembuatan air traffic services letter of coordination agreement (ATS LOCA) antara Cabang Utama Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) dengan Makassar Air Traffic Service Center dengan cabang Madya Denpasar.

"Kami sedang update SOP untuk melayani jalur ini," tandasnya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... AirNav Indonesia terus Lakukan Modernisasi Layanan Navigasi


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler