Ajak Publik Cermati Gerak-Gerik Jokowi di Kongres PDIP

Selasa, 07 April 2015 – 09:09 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Kongres IV PDI Perjuangan tinggal menghitung hari. Agenda besar partai pemenang Pemilu 2014 itu bakal dihelat di Bali, 9-12 April. Banyak pihak yang menilai, kongres kali ini merupakan momen tepat mengembalikan hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Joko Widodo (Jokowi), yang agak merenggang akhir-akhir ini.  

Bukan hanya untuk mengembalikan hubungan yang mesra seperti pada masa sebelum pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu, namun kongres tersebut secara umum bisa dilihat sebagai bagian dari konsolidasi antara pengurus partai dengan anggota-anggota partainya, termasuk yang menjabat di posisi penting seperti presiden maupun menteri.  

BACA JUGA: NasDem: Budi Gunawan Layak Jadi Wakapolri

"Anggota partai yang kini menjadi pejabat publik akan 'memudar' jabatannya jika dikembalikan dalam konteks kepartaian. Sebab boleh jadi mereka bukanlah siapa-siapa dalam kongres tersebut," kata akademisi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Banten, Leo Agustino, Selasa (7/4).

Khusus untuk Jokowi, Leo mengaku penasaran, apakah Jokowi akan datang ke kongres sebagai kepala negara atau sebagai anggota partai.  

BACA JUGA: Polri Terus Kejar Teroris yang Sudah Kocar-kacir

"Jika Jokowi datang sebagai anggota partai, maka arah kebijakan umum partai akan menjadi 'arahan' yang setidaknya mesti dilaksanakannya ketika ia kembali menjadi pejabat publik. Sebab Jokowi merupakan bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan yang harus menjalankan amanat tertentu dari internal partai," tandas Leo.

Karena itu, komunikasi antara Jokowi dengan Megawati di kongres nanti adalah momen yang dinantikan oleh banyak pihak. Bukan hanya oleh internal partai, tetapi juga oleh semua partai yang ada di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan.  "Komunikasi antara keduanya sangat memberi corak dan warna terhadap politik Indonesia ke depan," kata Leo.

BACA JUGA: Kubu Agung Siapkan Penjaringan Balon Kada

Menurut Leo, setidaknya ada tiga kemungkinan yang bisa dianalisis dari hubungan Mega-Jokowi. "Pertama, Jokowi akan akur dengan arahan ketua umumnya dan melaksanakan arahan-arahan Megawati. Kedua, menerima dengan modifikasi yang perlu beliau sesuaikan merujuk pada dinamika politik yang Jokowi rasakan sendiri. Atau ketiga, menolak arahan itu dengan konsekuensi hubungannya dengan Megawati menjadi semakin kurang harmonis," ungkapnya.

Dari tiga kemungkinan itu, Leo memperkirakan mayoritas anggota PDI Perjuangan akan berharap Jokowi mau menerima arahan yang diamanatkan pada dirinya selaku anggota partai.

"Namun semua itu sangat berpulang pada komunikasi politik antara Jokowi dan Megawati pada kongres nanti. Komunikasi yang terbuka, saling memahami, dan mengedepankan kebaikan bersama akan menjadi kunci dari pertemuan antara keduanya," pungkas Leo. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pendaftaran Pasangan Calon Akhir Juli


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler