Ajinomoto & Tim Peneliti Ungkap Hasil Riset Elderly Meal Project, Penting untuk Lansia

Senin, 19 Juni 2023 – 11:32 WIB
Ajinomoto bekerja sama dengan tim peneliti yang dikepalai Dr. Toto Sudargo, M.Kes, ahli gizi yang concern terhadap asupan gizi lansia melakukan penelitian Elderly Meal Project. Foto dok. Ajinomoto

jpnn.com, JAKARTA - PT. Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) bekerja sama dengan tim peneliti yang dikepalai Dr. Toto Sudargo, M.Kes, ahli gizi yang concern terhadap asupan gizi lansia melakukan penelitian Elderly Meal Project. 

Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian program makanan dengan kandungan tinggi protein, energi, vitamin, mineral, tetapi rendah garam, gula, dan lemak bisa memperbaiki status gizi kepada lansia.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Dekat Pabrik Ajinomoto Lewat Tur Virtual

Menurut Toto, periode penelitian ini dilakukan pada Oktober 2021 hingga Januari 2022 dengan metode purposive sampling.

Lokasi penelitian di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Unit Abiyoso dan BPSTW Budi Luhur-Yogyakarta. 

BACA JUGA: Ajinomoto Indonesia Hadirkan Resep Menu Makanan di Bulan Ramadan

"Selain keduanya bersedia menjadi tempat penelitian, kedua BPSTW tersebut belum pernah mendapatkan intervensi serupa, serta keduanya memiliki dapur yang mampu menyelenggarakan makanan secara mandiri," terang Dr. Toto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (19/6).

Dia menjelaskan karena faktor usia, hormon-hormon pengatur selera makan pada lansia cenderung menurun, sehingga berpotensi menyebabkan malnutrisi.

BACA JUGA: Ajinomoto Indonesia Berkomitmen Kurangi Penggunaan Air Hingga 35 Persen

Malnutrisi menunjukkan efek buruk yang dapat dialami sebagian besar lansia, yaitu keletihan dan gangguan otot.

"Penelitian Elderly Meal Project yang kami lakukan bersama Ajinomoto ini menunjukkan bahwa setelah diberikan program pemberian makan pada lansia, terjadi penurunan yang signifikan pada kadar gula darah," terangnya.

Hal ini ditunjukkan dari persentase pria lansia yang memiliki nilai HbA1C pada kelompok diabetik, yaitu sebesar 52.9% turun menjadi 23.5%. 

Dia memaparkan pendidikan gizi tentang pentingnya menjaga pola makan, seperti mengurangi makanan manis mampu menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Signifikansi kenaikan asupan protein terjadi pada kedua kelompok lansia pria dan wanita.

Berdasarkan hasil penelitian juga menunjukkan menu rendah garam dalam program pemberian makan terbukti dapat menurunkan tekanan darah lansia, yaitu SBP (Systolic Blood Pressure) dan DPB (Dyastolic Blood Pressure). 

Sebelumnya, petugas dapur pada BPSTW Unit Abiyoso dan Budi Luhur telah diberikan edukasi tentang pentingnya diet garam terutama pada menu makanan lansia.

Mengurangi penggunaan garam kemudian ditambahkan dengan produk AJI-NO-MOTO dapat mengurangi kadar natrium dalam makanan lansia.

Meskipun pemakaian garam dapur pada BPSTW Unit Abiyoso dan Budi Luhur telah dikurangi, tidak membuat nafsu makan para lansia menjadi menurun.

Hal tersebut bisa disimpulkan bahwa rasa makanan terbukti tetap enak walaupun tidak menggunakan takaran garam sebanyak sebelumnya.

"Implementasi ini merupakan aplikasi dari kampanye Bijak Garam Ajinomoto dan terbukti dapat menurunkan kadar natrium di dalam masakan, tetapi tetap mempertahankan kelezatannya, sehingga mampu meningkatkan nafsu makan lansia," tuturnya.

Dr. Toto menambahkan selera makan lansia sebenarnya cenderung rendah karena berbagai faktor fisiologis dan psikologis.

Namun, sebenarnya dapat diatasi dengan meningkatkan daya terima reseptor rasa melalui pengaturan keseimbangan rasa dasar (manis, asam, pahit, asin, dan umami/gurih).

Sementara itu, Plt. Direktur Kesehatan Usia Produktif & Lansia Kemenkes RI dr. Nida Rohmawati, MPH menyampaikan peningkatan jumlah lansia merupakan indikator dari keberhasilan pembangunan kesehatan dengan menurunnya angka kematian dan makin meningkatnya umur harapan hidup.

Namun, ini juga sekaligus menjadi tantangan karena lansia banyak mengalami kemunduran fisik, mental, ekonomi, dan sosial.

"Inilah yang harus di maintain supaya lansia juga bisa meningkatkan kualitas hidupnya," ucap dr. Nida.

Head of Public Relations Department PT. Ajinomoto Indonesa Grant Senjaya menyampaikan dengan hasil penelitian tersebut bisa memberikan pemahaman bahwa di usia lanjut pun masyarakat sangat bisa tetap meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup sehat.

Caranya menjaga asupan makanan bergizi seimbang dan juga mengurangi asupan gula, garam, dan lemak.

Di Ajinomoto memiliki kampanye Bijak Garam. Melalui kampanye tersebut Ajinomoto ingin mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam dan mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam mengolah makanan, tetapi tetap bisa memperoleh cita rasa tinggi.

"Kampanye ini juga merupakan bukti komitmen kami sebagai Health Provider untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, dengan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan keluarga Indonesia melalui produk serta layanan berkualitas tinggi," kata Grant Senjaya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ajinomoto Hasilkan Pupuk dari Manfaatkan Sisa Produksi


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler