Akhir Tahun, Rupiah Betah di Bawah Rp 13 Ribu per USD

Rabu, 28 September 2016 – 06:25 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – Rupiah disebut-sebut akan bertahan di zona hijau hingga penghujung 2016 mendatang.

Meski begitu, Bank Indonesia (BI) diingatkan untuk tetap hadir di market. Bank sentral diminta mengawal dan mencegah apresiasi rupiah secara signifikan.

BACA JUGA: Revitalisasi Pasar Ikan Muara Baru, KKP Gelontorkan Dana Rp 200 miliar

Sebab, kalau rupiah mengalami penguatan di luar nalar juga tidak sehat. Hal itu tidak merefleksikan kondisi fundamental sebenarnya.

Nah, karena itu, BI harus mengawal rupiah dengan kebijakan markroekonomi. Misalnya, angka inflasi terjaga, suku bunga acuan (reverse repo) stabil dan tingkat kredit bermasalah (NPL) perbankan terkontrol.

BACA JUGA: Gandeng Perindo, KKP Percantik Pasar Ikan Modern Muara Baru

”Tanpa, intervensi rupiah bakal cepat menuju 12 ribu rupiah per USD. Itu tidak sehat dan BI harus melakukan intervensi,” beber analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa (27/9).

Lukman menyebut, BI tidak perlu melakukan intervensi secara masif. BI cukup melakukannya dengan moderat dan memantau rupiah tidak terlalu naik drastis. Karena, secara teoretis rupiah hingga penghujung tahun ini ideal bermain di kisaran Rp 12.500 hingga Rp 12.800 per USD.

BACA JUGA: Target 5 Ribu, Baru 100 Ekor Sapi Diasuransikan

 ”Intervensi tidak perlu agresif. Cukup tingkat sedang karena akhir tahun nanti, ada potensi The Fed menyesuaikan suku bunga acuan,” tegasnya.

Menyinggung penguatan rupiah kemarin, Lukman mengatakan hal itu didukung sukses besar repatriasi.

Namun, periode perdana program tax amnesty bakal segera berakhir. Kondisi tersebut dimanfaatkan para wajib pajak (WP).

Seandainya periode itu diperpanjang, maka akan lebih banyak WP ikut amnesti pajak.

”Takutnya, periode berikutnya amnesti pajak sepi. Kami berharap periode pertama diperpanjang,” harap Lukman. 

Dalam perdagangan kemarin, rupiah menguat. Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat, rupiah surplus 86 poin (0,66 persen) ke Rp 12.955 per USD setelah bergerak di kisaran Rp 12.886-13.042.

Berdasar data BI, rupiah ditransaksikan di level Rp 13.027 per USD. Rupanya apresiasi rupiah juga menjalar ke lantai bursa efek indonesia (BEI). Indeks melangit 67 poin (1,26 persen) menjadi 5.419. (far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Regulasi Longgar, Jalankan Usaha Masih di Tempat Tinggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler