Akmal Sebut Sejumlah Permasalahan ini Perlu Perhatian Serius

Selasa, 23 Agustus 2022 – 21:44 WIB
Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Akmal Malik. Foto: Humas Pemprov Sulbar.

jpnn.com - MAMUJU - Penjabat Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Akmal Malik menyebut ada sejumlah permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius agar Sulbar dapat maju.

Pertama, permasalahan terkait sumber daya manusia (SDM), hal ini penting menjadi perhatian utama.

BACA JUGA: Begini Sikap Akmal Soal Masalah Pembangunan PLTA Kalumpang

Dia menilai SDM yang ada saat ini belum optimal menunjang kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

Untuk itu perlu dilakukan asesmen dan pemetaan potensi pada pegawai di OPD sebagai dasar pengembangan pengembangan karier individu berbasis kompetensi.

BACA JUGA: DPR Dukung Karampuang sebagai Desa Wisata Andalan Sulbar

"Selain itu perlu dilakukan manajemen talenta sebagai dasar penempatan jabatan kritikal," ujar Akmal dalam keterangannya, Selasa (23/8).

Menurut Akmal, perlu ditunjuk tim asesmen.

BACA JUGA: Honorer Dihapus, Legislator Sulbar: Jangan Biarkan Mereka jadi Pengangguran!

Kemudian, hasil dari asesmen digunakan sebagai dasar dalam pengembangan pegawai dan pemetaan talenta yang ada.

Permasalahan lain, inovasi OPD dan optimalisasi sistem informasi sangat minim.

Karena itu harus didorong, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Salah satu caranya dengan mengoptimalkan sistem informasi, serta mengoptimalkan penggunaan aplikasi pengelolaan kinerja organisasi.

"Untuk merealisasikan itu Pemda Sulbar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,750 miliar untuk jaringan fiber optic yang menghubungkan perkantoran pemerintah provinsi untuk menunjang kinerja pelayanan publik," katanya.

Akmal juga menyebut akan dibuat festival inovasi antar-OPD, untuk meningkatkan gairah para aparatur menciptakan inovasi-inovasi baru.

Pemda Sulbar juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi pada sistem informasi OPD yang digunakan untuk menunjang pelayanan publik.

"Sangat penting juga optimalisasi e-Government dan ditingkatnnya indeks reformasi birokrasi SAKIP menjadi A."

"Kemudian, memanfaatkan perjanjian kerja sama yang sudah ditanda tangani antara Pemprov DKI Jakarta dengan Pemprov Sulbar yang selama ini belum termanfaatkan," katanya.

Permasalahan lain terkait dengan aksesibilitas Sulawesi Barat.

Akmal menyebut aksesibilitas sangat penting sebagai pendukung iklim investasi yang kondusif.

"Harus diakui akses udara ke Sulbar masih minim," katanya.

Akmal mengatakan pihaknya segera melakukan pertemuan dengan Sriwijaya Air, agar akses ke Sulbar jauh lebih baik.

Akmal juga menyebut pihaknya mendorong pembangunan Depo Pertamina di Belang-Belang untuk menunjang kelancaran transportasi dan perhubungan di Sulbar.

Dia menyebut juga akan mendorong Pertamina menjamin ketersediaan avtur di Sulbar.

Pemda Sulbar juga akan membuat kegiatan skala nasional setiap minggu oleh OPD untuk membuka akses udara.

"Bentuk konkretnya, segera dibuka penerbangan langsung Jakarta-Mamuju atau Jakarta-Balikpapan-Mamuju."

"Selain itu, telah dilakukan pertemuan dengan Pertamina pada minggu ke-3 Juni 2022 di Jakarta."

"Kemudian, juga telah dilakukan optimasi aset pemprov untuk digunakan sebagai pendukung pariwisata Sulbar," katanya.

Permasalahan lain di Sulbar, akses perhubungan laut antardaerah di Selat Makassar.

Untuk mengatasi hal ini telah dilakukan penandatanganan kesepakatan membuka akses jalur laut pada 20 Juni 2022 saat Lokakarya Dinas Perhubungan Provinsi Sulbar. (gir/jpnn)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler