Akses ke Borubudur dan Joglosemar Semakin Terbuka

Senin, 17 Oktober 2016 – 13:01 WIB
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. Foto: Kemenpar

jpnn.com - SOLO - Akses menuju Candi Borobudur yang merupakan salah satu destinasi unggulan wisata di Indonesia semakin terbuka. Itu setelah  maskapai penerbangan nasional Lion Air Group menjadikan Bandara Internasional Adi Soemarmo sebagai salah satu bandara pengumpul (hub).

Lion menjadikan Bandara Adi Soemarmo sebagai hub dalam konektivitas penerbangannya di wilayah selatan. Sedangkan di wilayah utara, maskapai bergambar kepala singa terbang itu menjadikan Manado sebagai hub.

BACA JUGA: Menggadaikan Cinta karena Tergoda Rayuan Dukun Mimpi

Dengan begitu, destinasi wisata yang berada dalam cakupan segitiga Jogja-Solo-Semarang atau yang lebih kondan dengan sebutan Joglosemar akan semakin mudah diakses. Selama ini akses wisatawan mancanegara ke destinasi Joglosemar selalu mengandalkan Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta.  

Namun, Bandara Adi Sucipto ternyata semakin crowded karena load factor tinggi namun kapasitasnya tak ditambah. Sebelum proyek bandara internasional baru di Yogyakarta dengan daya tampung lebih banyak kelar, maka Lion mengaktifkan Solo sebagai hub selatan sebagai solusinya.

BACA JUGA: Duaarrr… Bocah 7 Tahun Tewas Disambar Petir

“Kami terus mengembangkan rute - rute yang akan diterbangi, baik domestik maupun internasional untuk menunjang kebutuhan masyarakat nusantara dalam bepergian, terutama untuk berwisata," ujar Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait.

Lebih lanjut Edward mengatakan, terdapat lima rute penerbangan dalam negeri yang akan dibuka dari dan menuju Solo. Yakni Banjarmasin, Lombok, Palangkaraya, Ujung Pandang dan Pontianak.

BACA JUGA: Jokowi Akan Resmikan Enam Infrastruktur Kelistrikan di Papua

Lion Air Group juga akan melakukan beberapa penambahan pelayanan rute baru dari dan menuju kota Solo, termasuk frekuensi penerbangan per harinya. "Kami juga ada penambahan armada pesawat yang RON (rest one night) di Bandara Internasional Adi Sumarno dari dua unit armada menjadi enam unit armada yang siap untuk melayani penerbangan di pagi hari," kata Edward.

Soal penetapan Bandara Adi Sumarmo sebagai hub Lion Air Group, Edward berharap hal itu bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Hal itu sejalan dengan program Kementerian Pariwisata untuk mencapai 20 juta wisman pada 2019.

"Kami juga bekerja keras untuk mengangkut lebih banyak wisman ke Solo, juga wisatawan nusantara yang terbang ke Kota Bengawan, sehingga turut membantu dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Edward.


Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya terus melakukan percepatan atas 3A atau atraksi, akses dan Amenitas untuk menaikkan daya saing pariwisata Indonesia. Salah satunya menempatkan Borobudur sebagai ikon Joglosemar.

Destinasi wisata di kawasan segitiga Joglosemar yang sudah mendunia memang Borobudur. Karena itu, Borobudur pun masuk ke dalam destinasi prioritas atau yang lebih sering disebut sebagai Bali Baru.

 

Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi, Hiramsyah Sambudhy Thaib mengungkapkan bahwa Joglosemar kini memiliki produk destinasi budaya yang sangat kuat dan bersejarah. Candi Borobudur dipilih menjadi ikon pariwisata.

Maka dari itu, Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur tengah memasuki tahap proses mengembangkan 3A itu. Berdasarkan hal tersebut, Joglosemar harus terkoneksi dengan akses yang baik sebagai segitiga emas wisata berbasis budaya.

Akses yang baik ditandai dengan adanya bandara berstatus internasional di tiga kota tersebut. Di antaranya Adi Sucipto Jogja, Adi Sumarmo Solo dan Ahmad Yani Semarang.

“Kalau akses daratnya sudah nyambung, kelak orang datang bisa via Solo, pergi lagi bisa melalui Jogja atau Semarang, tergantung destinasi terakhir berada di mana? Dengan tidak perlu menambah cost,” ungkap Hiram.

Larasati Sedyaningsih, person in charge (PIC) Pokja Borobudur Kemenpar mengaku semakin optimistis dengan dibukanya hub selatan oleh Lion Air. Dengan banyaknya rute penerbangan baru ke Solo maka hal itu bisa meningkatkan pengunjung atau wisatawan ke Borobudur.

Menurut Larasati, Bandara Adi Soemarno akan menjadi pengumpul untuk wilayah tengah. Larasati menyampaikan beberapa progres untuk akses, salah satunya adalah Bandara Kulon Progo yang terus berjalan.

Jalan Selo Pass yang menghubungkan Solo dengan Borobudur, tanpa melalui Jogja, juga masih dalam tahap perbaikan. "Direncanakan akhir tahun 2016 ini selesai dengan menyisakan 1,2km lagi untuk dilanjutkan di program tahun 2017," sebutnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waduh! Puluhan Pelajar Berpesta Shisa Usai Terima Rapor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler