Aksi 212 Sangat Fenomenal, Terjadi karena Kehendak Allah

Jumat, 01 Desember 2017 – 14:58 WIB
Ilustrasi Foto: Miftahulhayat/Jawa Pos/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi menilai acara Reuni Alumni 212 sebagai kegiatan yang wajar.

Di era demokrasi seperti sekarang ini, sah-sah saja orang berkumpul untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat, sepanjang hal itu dilakukan dengan mematuhi ketentuan perundang-undangan.

BACA JUGA: Ahmad Dhani Akui Cuit Ludahi Pendukung Penista Agama

"Bagi saya 212 merupakan peristiwa yang sangat fenomenal dan hanya bisa terjadi karena kehendak Allah SWT semata. Berkumpulnya jutaan manusia dalam waktu yang singkat di satu tempat dengan tujuan sama, dengan hati ikhlas semata karena ingin mengungkapkan rasa keimanannya kepada Allah. Hal tersebut bagi saya merupakan pengalaman yang sulit untuk dihapus begitu saja," tutur Zainut, Jumat (1/12).

Sebenarnya, lanjut Zainut, dalam sejarah Islam banyak juga peristiwa fenomenal yang terjadi bahkan melebihi dari peristiwa 212.

BACA JUGA: Awas Tertipu Transjakarta Gratis

Peristiwa 212 adalah bentuk dari jihad terhadap kemungkaran. Sementara, pada zaman Nabi Muhammad ada peristiwa Perang Badar, Perang Uhud, Perang Khandaq dan beberapa perang yang lain.

Begitu juga pada masa sahabat dan generasi kekhalifahan sesudahnya. Banyak sekali peristiwa yang sangat besar dan fenomenal yang bahkan membawa kepada masa kejayaan Islam.

BACA JUGA: Reuni Alumni 212, Simak nih Komentar Din Syamsuddin

"Pertanyaan sederhananya pernahkan kita berpikir untuk memperingati peristiwa-peristiwa tersebut?," sergah Zainut.

Ada satu peristiwa yang kemudian oleh sebagian umat Islam diperingati yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Peringatan tersebut awalnya diselenggarakan oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi, pendiri Dinasti Ayyubiyah dari Tikrit, Irak dalam rangka untuk menyemangati para pejuang Muslim menghadapi tentara Salib.

Namun, peringatan Maulid Nabi tersebut oleh sebagian umat Islam yang lain dianggap bid'ah bahkan tidak jarang dijadikan media untuk mengolok-olok bahkan sampai pada penilaian penyesatan.

"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para pemrakarsa acara reuni 212, apakah sudah begitu hebatkah perjuangan kita dengan peristiwa 212, yang sudah berhasil mengantarkan seorang penista Alquran ke penjara, sehingga harus kita bentuk forum alumni dan kemudian kita peringati peristiwa itu setiap tahunnya? Sementara masih banyak pekerjaan umat yang terbengkalai yang menuntut kita untuk segera kita tangani," bebernya.

Dikatakan, Islam mengajarkan kepada umat untuk selalu memandang ke depan, jangan terus menengok ke belakang.

Boleh menengok ke belakang tapi dengan maksud untuk melakukan muhasabah, perbaikan untuk hari esok yang lebih baik. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penting Diketahui Peserta Reuni Alumni 212 agar tak Tertipu


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler