Aksi Demo Honorer Satpol PP 2-3 Maret, Ribuan Massa Menginap di Sekitar Istana, PNS Harga Mati!

Rabu, 01 Maret 2023 – 16:20 WIB
Honorer Satpol PP menggalang dana untuk aksi demo 2-3 Maret 2023 di Jakarta dengan tuntutan: PNS harga mati!. Foto: dokumentasi FKBPPPN for JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Sekitar 2 ribu honorer Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP dari luar Jawa sudah merapat ke Jakarta.

Mereka akan bergabung dengan rekan-rekannya dari pulau Jawa untuk aksi unjuk rasa besar-besaran pada 2 - 3 Maret 2023.

BACA JUGA: 2 Jenis Derita P1 saat Menunggu Pengumuman PPPK Guru 2022, Luka Begitu Dalam

Ketum Forum Komunikasi Bantuan Polisi Pamong Praja Nusantara (FKBPPPN) Fadlun Abdilah mengatakan, aksi demo honorer Satpol PP ini akan dipusatkan pada dua lokasi.

Pertama, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) pada 2 Maret 2023.

BACA JUGA: Beredar Keppres Penyelesaian Honorer Satpol PP, Tetap PNS?

Pada hari kedua, Jumat (3/3), massa aksi demo honorer Satpol PP dipusatkan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Insyaallah target massa Satpol PP yang akan turun sekitar 5 ribu sampai 10 ribu orang. Teman-teman dari luar Jabodetabek sudah merapat dan menginap di sekitar istana," kata Fadlun Abdilah kepada JPNN.com, Rabu (1/3).

BACA JUGA: P1 Demo Lagi 2 Maret Tuntut SK PPPK Guru April atau Mendikbudristek Mundur, Jangan Disepelekan!

Dia mengungkapkan, dari hasil konsolidasi sampai hari ini massa Satpol PP yang sudah terdaftar sekitar 5 ribu orang.

Mereka datang dari 18 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, Lampung.

Kemudian, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Banten, Jambi, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Fadlun menegaskan aksi unjuk rasa damai besar-besaran ini menjadi penentu perjuangan mereka menjadi PNS.

Mereka tidak mau dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK, karena statusnya hanya kontrak.

"Dalam aksi damai ini kami mempunyai tema 'Dengan diterapkannya reformasi birokrasi, kita wujudkan rekrutmen pegawai non-ASN yang berkeadilan dan berbasis kompetensi sebagai penegak hukum (Perda dan Perkada) menjadi PNS yang unggul'," kata Fadlun.

Dia menegaskan aksi dua hari ini akan lebih besar dibandingkan saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan DPR RI pada September 2022.

FKBPPPN berharap kepada pemerintah benar-benar bisa menyelesaikan masalah tenaga honorer khususnya Satpol PP. Visi misi hanya satu, angkat 90 ribu honorer Satpol PP menjadi PNS sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014.

"PNS harga mati," tegasnya.

Dia menyebutkan selama ini tenaga honorer Satpol PP bertugas pada sektor penegakan peraturan daerah, peraturan kepala daerah, ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat serta perlindungan masyarakat. 

Honorer Satpol PP ada karena untuk menutupi kekurangan jumlah SDM Polisi Pamong Praja yang berstatus PNS maupun dalam jabatan fungsional Polisi Pamong Praja. (esy/jpnn)


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler