Aksi Nyata Mahasiswa UNDIP KKN di Desa Cingkrong dalam Mencegah Stunting, Keren!

Kamis, 11 Agustus 2022 – 22:20 WIB
Mahasiswa UNDIP yang sedang KKN sosialisasi pencegahan stunting di Dusun Tegal Giling, Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jateng. Foto: dok.Mutiara Cinta for JPNN.com

jpnn.com, GROBOGAN - Masalah stunting atau anak gagal tumbuh menjadi isu penting dan mendapat perhatian serius dari Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi pada peringatan Hari Keluarga Nasional 2022 di Kota Medan, Sumut, 7 Juli 2022, menyebut target pada 2024 mendatang angka stunting dapat ditekan menjadi 14 persen.

BACA JUGA: KKN di Desa Penari Jadi Film Favorit di Cinema XXI, Tembus 9 Juta Penonton

Sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, tergerak ikut membantu menekan angka stunting.

Mahasiswa Undip peserta KKN di Desa Cingkrong, yakni Kulli Fahmun Fatimah, Renta Nirmala Hastutik, Mutiara Cinta, Intan Wulandari, Hefrida Sari Buwana, Dese Adelia Meisya Dinni, dan Whena Tsani Tandhu Irman.

BACA JUGA: Pakar Undip Ingatkan Bahaya Antimon Bagi Kesehatan

Mereka melakukan KKN sejak 5 Juli dan berakhir 18 Agustus 2022, dengan Dosen Pembimbing Lapangan, yakni Dra. Dewi Rostyaningsih, M.Si.

Dalam keterangan tertulisnya, mereka menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei, kasus stunting di wilayah Jawa Tengah sendiri masih ada 19 daerah yang masuk kategori kuning atau prevalensi 20 sampai 30 persen.

BACA JUGA: Guru Besar Undip Sarankan Tidak Menyimpan Kemasan Plastik Terlalu Lama, Ini Efeknya

Kemudian 15 kabupaten/kota lainnya berkategori hijau dengan prevalensi di kisaran 10 hingga 20 persen.

“Di Jateng juga ada satu daerah yang masuk kategori biru karena ada di 9,6 persen yaitu Kabupaten Grobogan. Kondisi stunting sendiri dapat terjadi karena kurangnya nutrisi yang didapatkan oleh ibu hamil selama menjalani masa kehamilan mereka,” demikian keterangan tertulis yang dikirim Mutiara Cinta, salah satu peserta KKN, kepada JPNN.com, Kamis (11/8).

Lantas, apa kegiatan mereka untuk ikut berperan menekan angka stunting di desa lokasi KKN?

Aya, panggilan akrab Mutiara Cinta, menjelaskan sejumlah kegiatan yang dilakukan, yakni:

Pertama, melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting terhadap ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis).

Kedua, melakukan pendataan bekerja sama dengan Bidan Desa Cingkrong tentang siapa saja ibu hamil yang mempunyai kehamilan dengan kondisi kekurangan energi kronis.

“Sosialisasi sendiri dilakukan secara door to door, mengunjungi satu per satu ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis) di Desa Cingkrong, di mana terdapat 4 ibu hamil dengan kondisi tersebut,” kata Aya.

Ketiga, melakukan kegiatan dengan perkenalan dan pendekatan mengenai kondisi ibu hamil yang sedang dikunjungi dengan memaparkan penjelasan dan materi mengenai stunting dan kekurangan energi kronis, penyebab dan dampaknya.

Penjelasan menggunakan media berupa pamflet yang nantinya akan berikan kepada ibu hamil yang menjadi target sasaran dari sosialisasi yang dilakukan.

Keempat, memberikan produk berupa makanan yang dapat menunjang nutrisi selama kehamilan, yaitu susu kacang hijau, susu kehamilan, dan buah pisang sebagai buah yang menunjang nutrisi selama kehamilan berlangsung.

Kelima, mahasiswa yang sedang KKN itu juga membuat poster pencegahan stunting yang dibagikan kepada posyandu-posyandu yang ada di Desa Cingkrong.

“Kegiatan yang dilakukan mempunyai tujuan agar angka pencegahan stunting dan kemungkinan stunting terhadap ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis) dapat dicegah dengan pemberian nutrisi dan penerapan pola hidup sehat sesuai dengan materi yang telah disampaikan,” pungkas Aya.(rls/sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler