Aksi Unik Para Mantan Pasien Covid-19 di Sragen

Selasa, 29 Desember 2020 – 11:13 WIB
Ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SRAGEN - Sejumlah mantan pasien Covid-19 di Kabupaten Sragen Jawa Tengah menggelar aksi unik, Senin (28/12).

Mereka yang pernah dirawat di Technopark Ganesha Sukowati Sragen itu melakukan sujud syukur dan jalan kaki 10 kilometer ke rumah masing-masing.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Edarkan Surat Larangan Tahun Baruan

Para mantan pasien Covid-19 dari berbagai desa di Sragen itu berkumpul di technopark.

Mereka membawa kertas poster yang ditempel di dada, yang bertuliskan sejumlah kalimat motivasi dan ungkapan senang telah sembuh Covid-19.

BACA JUGA: Varian Baru Virus Corona Sangat Ganas, Azis Memohon Agar Masyarakat Stay at Home

BACA JUGA: Simak Penjelasan Doni Monardo soal Aturan Teranyar Mengantisipasi Varian Baru COVID-19

Seperti tulisan 'Mohon Terima Kami Bermasyarakat' atau kalimat 'Bersyukur Telah Bersahabat dengan Covid-19'.

Nazar jalan kaki awalnya diinisiasi tiga pasien yang sembuh.

Sugino Syaifullah, 43, warga Dusun Banyuning, Desa Singopadu, Kecamatan Sidoharjo menuturkan, aksi jalan kaki bersama dua temannya sebagai ungkapan syukur karena sudah sembuh dari Covid-19. Ia akan jalan kaki sekitar 10 kilometer dari technopark ke rumahnya.

”Penanganan sangat baik dan bersyukur akhirnya bisa sembuh dari Covid-19. Ini nazar kami kalau sembuh nanti mau jalan kaki dari technopark sampai rumah,” ungkapnya seperti dikutip dari Radar Solo.

Dia berharap masyarakat bisa lebih menaati protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yaitu menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Pria yang berprofesi sebagai pekerja swasta ini mengatakan, dirinya diisolasi tujuh hari di Technopark Sragen, dan empat hari di rumah saat menunggu hasil swab test.

Selama isolasi di technopark, penanganan sangat baik dan bersyukur dirinya terbebas dari Covid-19.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sragen Hargiyanto menjelaskan, sesuai pedoman Covid-19 Revisi V dari Kemenkes, pasien diisolasi sepuluh hari di technopark.

”Tanpa gejala bisa isolasi di rumah, tanpa follow up PCR. Jika dengan gejala PCR sekali,” ujar Hargiyanto.

Dia menambahkan, sebagai pedoman dilakukan isolasi selama 10 hari. Dengan harapan virusnya melemah dan tidak berpotensi menularkan. Namun, untuk berjaga-jaga tetap diminta isolasi mandiri sepekan.

”Dalam jurnalnya, setelah sepuluh hari virus melemah. Saya sarankan isolasi lagi sepekan,” katanya.

Disinggung soal peningkatan Covid-19 pada akhir-akhir ini, diakui Hargiyanto tidak lepas dari perilaku masyarakat sendiri.

”Sekarang coba dilihat, orang yang kerja banyak yang tidak pakai masker,” bebernya. (din/nik/ria)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler