Aktifis 98 Bela SBY dari Tudingan Koran Australia

Jumat, 11 Maret 2011 – 20:02 WIB

JAKARTA – Anggapan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyalahgunakan kekuasaan sebagaimana berita dua koran Australia, The Age dan Sidney Morning Herald (SMH), tak hanya dipersoalkan Partai DemokratPendukung SBY dari luar partai yang berasal dari kalangan aktivis menganggap isi pemberitaan The Age dan SMH itu patut dipertanyakan

BACA JUGA: JN Dukung Menlu Minta Klarifikasi AS



Sekjeng Front '98, Wahab Talaohu, menyatakan bahwa kredibilitas SBY jelas berbeda dengan kredibilitas dua media Australia yang hanya mengumbar sensasi itu
"Kredibilitas SBY itu sudah teruji

BACA JUGA: MK Sebut Lily Wahid Sah Saja Di-Recall

Dunia mengakui bagaimana SBY membawa transformasi bagi negeri ini," ujar Wahab di Jakarta, Jumat (11/3) petang.

Menurutnya, SBY sejak menjadi Presiden pada 2004 sudah menempatkan penegakan hukum sebagai prioritas
Sebagai tokoh yang lahir di era reformasi, sebut Wahab, SBY juga paham betul dengan nilai-nilai demokrasi.

"Jadi menurut kami, tidak mungkin SBY melakukan tindakan yang menciderai demokrasi

BACA JUGA: Pekan Depan, Berkas Cirus Dilimpahkan ke Kejagung

Bahkan SBY menyatakan memimpin langung perang terhadap korupsi," tandas Wahab.

Diakuinya, korupsi memang tidak bisa serta-merta hilang begitu saja meski SBY begitu gencar mendorong pemberantasan korupsiNamun Wahab menilai SBY sudah bekerja keras untuk memberantas korupsi

Lebih lanjut dikatakannya, hal yang juga harus dipertanyakan adalah motivasi pemberitaan The Age dan SMHSebab, kata Wahab, berita yang dilansir kedua koran itu jelas bernuansa provokatif karena menggunakan sumber berita yang tidak terverifikasi

Wahab menganggap pemberitaan tersebut sengaja untuk menciptakan keresahan di Indonesia, sekaligus untuk menghancurkan kepercayaan investor asing terhadap pemerintahan saat ini"Jadi The Age dan SMH layak dimintai pertanggung jawabanApa sebenarnya motif mereka," pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Tunggu Kabar dari Jepang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler