Aktivitas Meningkat, Sinabung Berstatus Awas

Minggu, 24 November 2013 – 11:42 WIB

jpnn.com - JAKARTA -  Aktivitas Gunung Sinabung terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. PVMBG Badan Geologi menaikkan status gunung yang berada di Sumatera Utara itu dari siaga level tiga menjadi awas (level 4).

Penetapan status awal dilakukan terhitung 24 November 2013 pukul 10.00 Wib. "Kenaikan status AWAS ini telah dilaporkan Kepala PVMBG kepada Kepala BNPB," kata Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (24/11).

BACA JUGA: Sinabung Meletus 8 Kali, 12.300 Jiwa Diungsikan

Dengan adanya peningkatan status ini, lanjut Sutopo, BNPB bersama BPBD Sumut, dan Komandan Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung segera mengambil langkah-langkah terkait kenaikan status gunungapi tersebut.

Status Awas adalah status tertinggi dari aktivitas gunungapi, dan diperkirakan letusan alan terus terjadi dalam intensitas tinggi. Dinaikkannya status awas pada Gunung Sinabung dilakukan karena peningkatan intensitas letusan dan makin meluasnya lontaran material berukuran 3-4 cm hingga mencapai jarak 4 km.

BACA JUGA: Ratusan Hektar Sawah Kekeringan

Karena itu BNPB merekomendasikan agar masyarakat yang bermukim di radius 5 kilometer dari kawah Gunung Sinabung untuk diungsikan terlebih dahulu. "Perkiraan awal sekitar 15.000 jiwa masyarakat yang tinggal di radius 5 km harus mengungsi. Saat ini persiapan evakuasi sedang dilakukan," jelasnya.

Dalam operasi tanggap darurat di Gunung Sinabung, lebih dari 500 personil dari BNPB, BPBD Sumut, TNI, Polri, SKPD dan relawan dikerahkan dalam penanganan bencana gunung api itu. Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah kendaraan truk untuk evakuasi jika ada peningkatan aktifitas letusan atau antisipasi untuk kondisi terburuk lainnya.

BACA JUGA: Tanggap Darurat Sinabung Diperpanjang

"Kebutuhan lain adalah permakanan, masker, sandang, selimut, tikar, makanan bayi, sanitasi, psikososial dan layanan kesehatan," tambahnya.(Fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harimau Tampar Pawang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler