Akuisisi Agro oleh BRI Bebas Monopoli

Selasa, 14 Desember 2010 – 10:17 WIB
JAKARTA - Keinginan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Bank Agroniaga Tbk (Agro) bisa segera terealisasiKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjamin aksi itu tidak akan terjerat Undang Undang larangan persaingan usaha tidak sehat dan monopoli.

Kepala Biro Humas dan Hukum KPPU, Zaki Zein Badroen, mengatakan pihaknya telah melakukan penilaian awal atas permintaan konsultasi BRI dan hasilnya berdasarkan penghitungan indeks konsentrasi pasar (HHI), nilainya di bawah 1800

BACA JUGA: DHL Gandeng MI Guna Peningkatan Pasar Ritel

Sesuai dengan Pekom No.13/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilalihan Saham Perusahaan yang Dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dimana indeks konsentrasi pasar atau HHI kurang dari 1800 artinya tidak terdapat kekhawatiran adanya Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Berdasarkan hasil Penilaian Awal tersebut, pada tanggal 3 Desember 2010 Komisi mengeluarkan pendapatnya bahwa tidak ada dugaan praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat yang diakibatkan oleh rencana pengambilalihan saham PT Bank Agroniaga oleh PT Bank Rakyat Indonesia," kata Zaki dalam keterangan resmi, kemarin.

Selain itu, KPPU juga melakukan penilaian terhadap pasar produk dimana kedua bank sama-sama memiliki produk bank umum konvensional
Namun itu pun tidak menimbulkan permasalahan atau tidak melanggar UU nomor 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemegang saham BRI telah merestui akuisisi 3.030.239.023 lembar saham Bank Agro atau setara 88,65 persen dari total saham AGRO di harga Rp 109 per lembar

BACA JUGA: Polytron Ganti Andalan Penjualan

Dana yang harus dikeluarkan bank pelat merah itu sebanyak Rp 330 miliar.

Dengan pelaksanaan merger ini, emiten berkode BBRI itu akan jadi pemilik mayoritas baru atas saham Bank Agro dengan porsi mencapai 76 persen
Sisanya dimiliki Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) 14 persen dan publik 10 persen.

Usai pelaksanaan akusisi, total modal ditempatkan dan disetor penuh di Bank Agro menjadi 3.418.205.328 lembar, dengan nilai nominal mencapai Rp 341.820.532.800

BACA JUGA: Pertamina Konversi 400 SPBU Jabodetabek

Porsi publik 111.621.926 lembar (3,37 persen) atau senilai Rp 11.162.192.600(gen)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Omzet Toyota Tembus Rp 35 Triliun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler