Alamak... Mesin Suara Eletronik Pemilu AS Ternyata sudah Uzur

Jumat, 18 September 2015 – 14:04 WIB
Sebanyak 43 dari 50 negara di AS memiliki mesin suara elektronik yang berusia lebih satu dekade. Foto: Int

jpnn.com - CALIFORNIA - Menjelang proses pemungutan suara Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada tahun depan, sebuah universitas menemukan kebanyakan mesin suara elektronik sudah usang.

Seperti dilansir The Telegraph melaporkan bahwa pernyataan Pusat Penelitian Keadilan Brennan, Universitas New York mengatakan, 43 dari 50 negara di AS memiliki mesin suara elektronik yang diperkirakan sudah berusia lebih satu dekade.

BACA JUGA: Korban Gempa Bumi Chili Bertambah

Pusat penelitian itu juga menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa beberapa bagian yang ada di dalam mesin tersebut tidak sesuai lagi untuk digunakan dalam pemilu.

"Tidak seperti mesin suara elektronik yang digunakan pada era sebelumnya, sistem yang dibentuk ketika ini tidak dibuat untuk bertahan dalam waktu yang lama.

BACA JUGA: Aksi Gila Buruh Bangunan Berendam Semen di Bak Mandi, Begini Jadinya...

"Harapan penggunaan setiap mesin suara elektronik seharusnya tidak lebih dari 10 tahun dan bukan 20 tahun," jelas Pusat Penelitian Keadilan Brennan.

Bahkan sekarang diantara mesin tersebut ada yang berusia 15 tahun ke atas dan kemungkinan besar dapat mengganggu proses pemungutan suara Pemilihan Presiden yang akan diselenggarakan pada 8 November tahun depan.

BACA JUGA: Detik-Detik Wanita Cantik Ini Jatuh saat Beraksi Sirkus di depan Ratusan Penonton

Tidak seperti pemilu di Inggris (UK) yang masih menggunakan kertas untuk memilih, pemilih di negara ini menggunakan mesin untuk memilih calon pilihan mereka.

Kerusakan mesin pemilih di Florida pada tahun 2000 menjadi salah satu sebab Pemilihan Presiden terganggu, sehingga menyebabkan 170.000 suara dibatalkan. (The Telegraph/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Unik, Wanita Karir di Jepang Atasi Tekanan Kerja dengan Terapi Air Mata


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler