Alasan Kevin Sanjaya tak Berpasangan dengan Marcus Gideon, Oh Ternyata

Minggu, 17 Oktober 2021 – 16:25 WIB
Ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dalam sebuah laga. Foto: (BWF)

jpnn.com, AARHUS - Indonesia melakukan beberapa perubahan saat menantang China di final Piala Thomas 2020, Minggu (17/10) malam WIB.

Pada laga yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Tim Merah Putih memisahkan Marcus Fernaldi Gideon dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo.

BACA JUGA: Ganyang Jagoan Denmark, Minions Akui Sempat Alami Penurunan

Kevin pada final nanti akan turun di partai keempat berpasangan dengan Daniel Marthin. Ganda putra gado-gado ini bakal melawan Liu Cheng/Wang Yi Lyu.

Pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi menyebut Marcus tidak dimainkan karena masalah kebugaran.

BACA JUGA: Final Thomas Cup: Bedah Kekuatan Indonesia dan China, Siapa Lebih Unggul?

Pria yang dijuluki Naga Api itu menilai Marcus masih kelelahan usai bertanding menghadapi ganda Denmark.

"Kondisi Marcus sudah cape berat. Waktu 24 jam istirahat tidak cukup pemulihannya. Tenaganya sudah habis. Ibarat sebuah mobil, tangki bahan bakarnya mungkin cuma isi setengah.”

BACA JUGA: Begini Peluang Indonesia Mengalahkan China di Final Thomas Cup

“Tidak cukup untuk main final yang menuntut kesiapan stamina penuh. Selain itu, kakinya juga sudah kurang cepat," tutur Herry dalam rilis tertulis.

Herry IP menambahkan bahwa Kevin sendiri yang memutuskan ingin dipasangkan dengan Daniel Marthin. Dia berharap kedua pasangan saling melengkapi karena pola permainan Kevin/Daniel hampir mirip.

"Kevin memilih berpasangan dengan Daniel. Ya sudah saya putuskan Kevin/Daniel sebagai ganda kedua," jelas Herry.

"Kevin/Daniel juga cocok dari pola permainan. Apalagi saat mendampingi Ahsan melawan Taiwan, Daniel juga main bagus," sebut Herry.

Selain memecah pasangan Kevin/Marcus, Indonesia juga memasang Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai ganda pertama untuk menghadapi He Ji Ting/Zhou Hao Dong.

Menarik disimak siapa yang bisa membawa pulang gelar Piala Thomas 2020 karena kedua negara sedang dalam tren positif di turnamen ini.

Laga final antara Indonesia melawan China akan tersaji di Ceres Arena, Aarhus, Minggu (17/10) pukul 18.00 WIB.(pbsi/mcr16/jpnn)


Redaktur : Dhiya Muhammad El-Labib
Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler