Alexander Solzhenitsyn Tutup Usia

Selasa, 05 Agustus 2008 – 08:25 WIB
Alexander Solzhenitsyn. Foto: dok/afp
MOSKOW – Rusia kehilangan salah seorang sastrawan terbesarnyaMinggu (3/8) malam, penulis trilogi The Gulag Archipelago yang mengungkap kebrutalan rezim Joseph Stalin, Alexander Solzhenitsyn, tutup usia

BACA JUGA: Qantas Periksa Ulang Standar Keselamatan

Sastrawan, kritikus sekaligus pemikir besar Rusia itu meninggal dalam usia 89 tahun. 
”Sudah bertahun-tahun beliau sakit
Tapi, setiap hari, dia masih tetap berkarya

BACA JUGA: Jose Ignacio Keluar Penjara

Sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa kondisi beliau memburuk
Karena itu, wafatnya beliau cukup mengejutkan kami,” terang putra Solzhenitsyn, Stepan, dalam wawancara telepon

BACA JUGA: Karadzic Merasa Tak Dapat Keadilan

Selama ini, penulis bercambang yang selalu berpenampilan rapi itu dilaporkan mengidap penyakit jantung.
Saat ajal menjemput, penulis yang sempat delapan tahun dipenjara di era Stalin itu sedang menyelesaikan revisi 30 karya kumpulannyaMenurut rencana, Solzhenitsyn akan disemayamkan selama dua hari, hingga (5/8), di rumah duka yang terletak di kawasan Troitse-Lykovo, MoskowJenazah tokoh anti-Soviet itu akan dimakamkan di Donskoye Monastery, Moskow, Rabu (6/8)
Wafatnya penerima Nobel Sastra 1970 itu mengundang perhatian para pemimpin dan petinggi RusiaMulai dari Mikhail Gorbachev, Vladimir Putin hingga Presiden Rusia sekarang, Dmitry MedvedevBahkan, sejumlah pemimpin negara tetangga pun ikut melayat dan mengungkapkan bela sungkawanyaDi antaranya Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy
Dalam kawat duka yang dia kirimkan, Medvedev menyebut Solzhenitsyn sebagai pemikir, penulis dan pejuang kemanusiaan abad 20 yang paling besar di RusiaSementara, Gorbachev yakin, nama dan perjuangan sastrawan yang pernah diasingkan pada 1974 itu akan terukir dalam sejarah Rusia”Hingga akhir hidupnya, dia masih berjuang agar Rusia lepas dari bayang-bayang totalitarian di masa lalu dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Gorbachev seperti dikutip Interfax
Istri Solzhenitsyn, Natalya, mengatakan bahwa hidup yang harus dijalani suaminya sama sekali tidak mudah”Tapi, dia bahagia,” ujarnyaKepada radio Echo of Moscow, dia menyatakan bakal terus meneruskan perjuangan suaminya dan memublikasikan karya-karya terakhir yang belum sempat disebarluaskanSebab, selama ini, tulisan Solzhenitsyn selalu mengubah pemikiran jutaan orangTerutama dalam memandang masa lalu dan masa depan
Dilahirkan 11 Desember 1918 di Kislovodsk, Solzhenitsyn muda dikenal sebagai seorang pengikut paham komunis yang loyalPada 1945, dia dijatuhi hukuman penjara delapan tahun di kamp Stalin, karena mengkritik pemimpin kejam tersebut dalam surat yang dia kirimkan kepada salah seorang rekanDia dibebaskan pada Februari 1953, beberapa pekan sebelum Stalin meninggal dunia
Setelah itu, dia menjadi guru matematikaKetenaran Solzhenitsyn di bidang sastra berawal dari novel One Day in the Life of Ivan Denisovich yang dia publikasikan pada 1962Dalam karya pertamanya, dia mengisahkan kehidupan tawanan yang dipekerjakan paksa di kamp-kamp warisan StalinNamun, dia lantas dicap sebagai penghianat dan karya-karyanya dilarang pada masa Leonid Brezhnev(AP/AFP/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wan Azizah Mundur Demi Suami


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler