Alfredo Beber Kekurangan Persebaya Saat Kalah dengan PS Badung

Minggu, 11 Juni 2017 – 07:13 WIB
Pelatih Persebaya Surabaya Alfredo Vera bersama Presiden Klub Persebaya Azrul Ananda di Lapangan Persebaya, Surabaya, beberapa waktu lalu. (M.Syafaruddin/JawaPos.com)

jpnn.com, BALI - Persebaya Surabaya harus mengakui PS Badung lebih unggul saat kedua tim melakoni laga uji coba di Stadion Gelora Samudra, Badung, kemarin. 

Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera mengakui kekalahan 0-1 dari tuan rumah sebuah pelajaran berharga.

BACA JUGA: Eks Penyerang Persipura Masuk, Kepri Jaya FC Depak Tiga Pemain

Persebaya mengawali pertandingan dengan memasang trisula Rendi Irwan, Rishadi Fauzi, dan Kurniawan Karman di lini depan.

Serangan Rendi Irwan dkk juga cukup deras dan menghasilkan begitu banyak peluang.

BACA JUGA: Komdis PSSI Diminta Lebih Keras Lagi

Tercatat, selama 90 menit ada 11 tembakan akurat dari total 19 tembakan.

Sayang, tidak ada gol yang tercipta. Selain karena performa kiper Badung Febri Andika yang ciamik, kegagalan mencetak gol juga tidak lepas dari para pemain yang kurang tenang dalam penyelesaian akhir. Dampaknya, kiper mudah sekali membaca arah bola.

BACA JUGA: Selama Persebaya TC di Bali, Alfredo Vera Coba Skema Baru

”Kalau dihitung seharusnya ada lima gol yang bisa dihasilkan. Pemain masih lemah dalam akurasi dan mencari celah lawan. Kami akan evaluasi bersama nantinya,” ujar pelatih Persebaya Angel Alfredi Vera kepada Jawa Pos kemarin.

Peluang terbaik yang dimiliki Persebaya pada babak pertama terjadi di menit ke-28. Ketika itu, Misbakus Solikin menerima umpan silang dari Kurniawan Karman. Sayang, bola gagal dieksekusi dengan baik.

Pada babak kedua, Alfredo mengganti semua pemainnya. Sebab, dia ingin melihat performa semua pemain. Hanya Thaufan Hidayat dan kiper Miswar Saputra yang tidak diturunkan. Thaufan masih cedera, sedangkan Miswar dirotasi dengan Samuel Reimas.

Memainkan pasukan lapis kedua, tempo permainan pun menurun. Sempat ada peluang emas melalui umpan terobosan Mei Handoko Prastiyo yang diterima winger Oktafianus Fernando.

Tanpa pengawalan ketat dan tinggal berhadapan dengan kiper, dia malah mengumpannya kepada Mardiono di sisi kiri yang kemudian melepas tembakan datar ke kiri gawang lawan.

Meski dengan lapis kedua, Persebaya masih menekan dan lebih menguasai serangan. Mereka akhirnya kebobolan melalui sepakan bebas Warih Sentanu pada menit ke-86 yang gagal ditepis Samuel Reimas. Sepakan bebas diberikan wasit Ali Baco lantaran pelanggaran yang dilakukan Ridwan Awaluddin kepada pemain Badung Tiuta Hadi.

”Masih ada beberapa pemain yang tampil kurang memuaskan. Tapi, kami tampil bagus. Kerja sama tim bagus,” imbuhnya.

Kapten Persebaya Rendi Irwan mengatakan, ini akan menjadi pelajaran demi meraih hasil positif dalam mengarungi Liga 2. ”Pelatih bilang permainan kami sudah rapi. Tapi, ada beberapa kekurangan yang harus segera diperbaiki,” terangnya.

Di sisi lain, Badung tentu bahagia dengan kemenangan itu, meski hanya bertitel uji coba. Apalagi, Persebaya didukung 500-an Bonek yang memberikan dukungan.

”Kami sudah pelajari sebelumnya. Klub asal Jatim selalu memiliki pergerakan yang cepat. Umpan-umpan pendek yang bisa membuat lawan frustasi. Saya sudah instruksikan pemain untuk sabar. Dan, beruntungnya, pemain belakang, terutama kiper, tampil sangat bagus,” kata asisten pelatih PS Badung I Nyoman Sujata. (dit/ham)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalteng Putra Berencana Tambah 5 Pemain Berkualitas Agar Lolos ke Liga 1


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler