ALI Tolak Kenaikan Biaya Kontainer di Tanjung Priok

Selasa, 20 Mei 2014 – 20:15 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menolak kenaikan biaya container handling charge (CHC) atau biaya penanganan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Penolakan ini dilakukan di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan tingginya biaya logistik nasional. "Sangat disayangkan, PT Pelindo II mengajukan usulan kenaikan CHC pelabuhan Tanjung Priok kepada Kemenhub beberapa waktu lalu," ujar Ketua Umum DPP ALI, Zaldy Masita, Selasa (20/5).

BACA JUGA: Dana Transfer Daerah Kebanyakan untuk Belanja Pegawai

Menurut Zaldy, dengan kenaikan volume dan efisiensi yang selama ini dikatakan Pelindo II, seharusnya CHC malah diturunkan, bukan sebaliknya yakni dinaikkan.

Zaldi menambahkan, biaya satu kontainer di Tanjung Priok lebih mahal dua kali lipat dibandingkan dengan biaya pengiriman dari Jakarta ke Hongkong. Padahal lanjut Zaldy, beberapa bulan lalu, Pelindo II baru saja menaikkan biaya penyimpanan di pelabuhan yang berdampak kepada semua importir tanpa pandang bulu.

BACA JUGA: Akhir Mei, Garuda Indonesia Buka Rute Non-stop Jakarta Luar Negeri

"Sekarang manajemen PT Pelindo II mengusulkan lagi kenaikan CHC, di mana CHC di Tanjung Priok selama ini adalah yang paling tinggi dibandingkan berbagai pelabuhan di kawasan ASEAN," katanya.

Karenanya, ALI menegaskan menolak dengan tegas usulan kenaikan CHC oleh Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok dan berharap Menteri Perhubungan menolak rencana tersebut.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Buka Rute Manado-Sorong-Jayapura

Di samping itu, Zaldi juga mengingatkan pentingnya pemerintah segera mengembangkan pelabuhan di sekitar Tanjung Priok seperti Marunda, Dry Port Cikarang, Cilamaya, Tanjung Emas, Tanjung Perak.

"Pengembangan pelabuhan ini layak dilakukan, agar arus barang tidak menumpuk pada Pelabuhan Tanjung Priok saja," tandas dia. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendag-Polri Jalin Kerjasama Perlindungan Konsumen & Metrologi Legal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler