Ambon Masih Tegang

Selasa, 13 September 2011 – 07:27 WIB
DENKAV-Pasukan Detasemen Kavaleri turut melakukan pengamanan di jalan AM. Sangadji Ambon saat terjadi bentrokan antara kedua masa. Minggu (11/9). Foto: Juni Yudhawanto/Ambon Ekspres/JPNN

AMBON-- Kemarin, situasi keamanan di Maluku terlihat kondusif berbeda dengan saat meletusnya kerusuhan, Minggu (11/9)Meski begitu ketegangan masih meliputi warga Kota Ambon

BACA JUGA: Jaksa Bersikukuh Antasari Bersalah

Di beberapa titik di pusat kota, sejumlah warga masih melengkapi diri dengan senjata tajam atau potongan pipa besi


Di beberapa titik seperti di kawasan Mangga Dua, Batu Gantung, Waringin, Waihaong,"Tugu Trikora, Batu Merah dan Mardika yang saat meledaknya kerusuhan terjadi konsentrasi massa, kemarin tidak terlihat lagi

BACA JUGA: Prabowo Duga Asing Di Balik Bentrok Ambon

Meski begitu di daerah perbatasan kedua kelompok, aparat TNI dari Kodam XVI/Pattimura yang dibantu anggota Brimob BKO dan Polda Maluku masih bersiaga dengan senjata lengkap


Beberapa ruas jalan yang diblokir warga telah dibuka kembali oleh aparat keamanan

BACA JUGA: Menag Tuding Kisruh Ambon Sengaja Disulut

Kendati begitu, arus lalu lintas masih terlihat lengangSejak pagi hingga malam tidak lagi terdengar rentetan tembakan aparat yang menghalau kedua kelompok di daerah perbatasan.

Sejumlah aparat TNI disebar di beberapa kampung yang berada di daerah perbatasan untuk mengantisipasi perusakan dan penjarahan terhadap rumah wargaPengamanan juga dilakukan oleh warga untuk mengantisaipasi segala kemungkinan

Bahkan aparat  dan warga berbaur menjaga keamanan, menghindari masuknya provokator yang berniat memperkeruh kondisi keamananBerkat kesigapan aparat keamanan dan tingginya ketahanan masyarakat, eskalasi bentrok tidak meluas keluar kotaTitik bentrok dan ketegangan hanya terjadi di pusat Kota Ambon

Bentrok bernuansa SARA ini menimbulkan gelombang pengungsi, khususnya di daerah perbatasan kedua kelompokMasyarakat dari dua kelompok yang sebelumnya berbaur setelah kerusuhan tahun 1999 lalu, terpaksa harus mengungsi menghindari jatuh korbanRibuan warga dari dua kelompok memilih mengungsi dengan membawa harta bendanyaBahkan saking panik karena kerusuhan yang terjadi tiba-tiba, sejumlah warga hanya mengungsi dengan pakaian yang melekat di badannya.

Aktivitas perkantoran dan sekolah masih lumpuh totalWarga dari dua kelompok masih memilih untuk tidak berkantor dengan alasan keamananSekolah dan perguruan tinggi juga terpaksa diliburkan, karena kondisi keamanan yang tidak kondusif.

Menghindari kelangkaan, warga memborong kebutuhan pokok dalam jumlah banyakBahan bakar minyak (BBM) mulai sulit ditemukan, karena pasokan dari luar kota terhambat(SAO)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendagri Bersikukuh e-KTP Masih Sesuai Jadwal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler