Amran Pecat 1.300 Pegawai dan Polisikan 700 Mafia Pangan

Selasa, 10 Juli 2018 – 20:20 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencoba Alsintan. Foto: Istimewa

jpnn.com, SULAWESI SELATAN - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengaku tidak main-main dengan kejahatan di sektor pangan.

Sebagai buktinya, Amran sudah memproses sebanyak 1.300 pegawai Kementan dan memolisikan 700 mafia pangan.

BACA JUGA: Kementan Bangun 17 Pabrik, Produksi Gula Nasional Meningkat

"Mafia pangan sudah 700 yang tersangkut hukum, 400-an lebih sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kami bekerja sama dengan Pak Kapolri dengan Panglima TNI. Jadi tidak ada ruang bagi mafia pangan ini bisa menyengsarakan orang kecil khususnya petani," kata Amran di Desa Kessing, Kecamatan Donri-Donri, Selasa (10/7).

Bukan hanya mafia, Amran juga membersihkan internal Kementan yang bermain dengan pangan. Amran mengatakan, sudah sebanyak 1.300 pegawai yang diproses akibat bermain-main dengan pangan.

BACA JUGA: Turun ke Soppeng, Mentan Bantu Petani Korban Banjir

"Kalau dari Kementrian, sudah 1.300 kami demosi, mutasi, copot bahkan kami pecat. Jadi tidak usah ragukan lagi pemerintah sekarang," kata Amran.

Amran juga meminta masyarakat atau kelompok tani yang merasa dirugikan untuk melapor. Amran mengimbau mereka melapor ke dinas pertanian atau langsung ke kepolisian.

BACA JUGA: Kementan Fokus Kembangkan Industri Gula, Gandeng 17 Investor

"Mafia ini, kami harus beresi. Negara harus bebas dari mafia. Buat susah daya beli untuk konsumen dan petaninya menderita karena middleman-nya terlalu banyak," pungkas Amran.(tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petani di Soppeng Menjerit, 2.851 Hektare Sawah Gagal Panen


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler