Anak Buah Ali Kalora tak Mau Menyerah akan Ditangkap Hidup atau Mati

Sabtu, 25 September 2021 – 17:40 WIB
Foto: Satgas Madago Raya menyebarkan selebaran daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris Poso. (Dok Humas Polri).

jpnn.com, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya gabungan TNI dan Polri terus mengejar empat sisa anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Keberadaan anak buah Ali Kalora itu diduga di pegunungan Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). 

BACA JUGA: Ali Kalora Sudah Tewas, TNI Buru 4 DPO Teroris MIT di Poso

Wakil Ketua Satgas Humas Operasi Madago Raya AKBP Bronto Budiyono mengatakan keempat orang buronan itu merupakan sisa anggota MIT, setelah tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan dalam baku tembak dengan TNI dan Polri.

“Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Muhklas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang, dan Suhardin alias Hasan Pranata,” kata Bronto dalam siaran persnya, Sabtu (25/9). 

BACA JUGA: 4 Anak Buah Ali Kalora Masih Pegang Senjata dan Bom, Irjen Rudy: Kami Kejar Terus

AKBP Bronto juga menyerukan kepada empat buronan itu untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

“Ketimbang saat berhadapan di lapangan konsekuensinya ada dua, yakni tertangkap hidup atau mati, mereka yang menjadi korban atau aparat (menjadi) korbannya,” kata Bronto. 

BACA JUGA: DPO Pembunuh 4 Prajurit TNI Belum Tertangkap, Irjen Tornagogo Keluarkan Perintah Terbaru

Lebih lanjut dia menjelaskan pihaknya sudah menyebar dan menempel selebaran berisi data termasuk nama dan foto empat DPO tersebut. 

Selebaran itu disebar di wilayah Poso Pesisir Bersaudara, Kecamatan Sausu, dan Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng. 

"Satgas Madago Raya memaksimalkan pencarian DPO teroris Poso dengan menyebar selebaran,” kata AKBP Bronto. 

Selain ditempel di ruang publik atau fasilitas umum, selebaran DPO juga dibagikan kepada masyarakat. 

Hal itu dilakukan supaya masyarakat dapat mengenali ciri-ciri pelaku.

Satgas juga berharap masyarakat segera melapor kepada aparat TNI dan Polri apabila melihat atau mengetahui keberadaan DPO tersebut. (cuy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Boy
Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler