Anak Buah Ical Akui Jokowi Dijebak Lewat Calon Kapolri

Sabtu, 21 Februari 2015 – 16:38 WIB
Anggota DPR Komisi 3 F-Golkar Bambang Soesatyo saat menjadi pembicara pada diskusi Babak Baru KPK-POLRI, Jakarta, Sabtu (21/2). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo kembali mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Politikus yang akrab disapa Bamsoet itu mengungkapkan, langkah DPR meloloskan Komjen Budi Gunawan dalam fit and proper test beberapa waktu lalu, karena sengaja ingin menjebak Presiden Jokowi.

Saat itu, semua fraksi setuju Komjen Budi Gunawan menjadi kapolri, meskipun berstatus tersangka. Rahasia tersebut dibongkar oleh anak buah ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical itu saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Babak Baru KPK VS Polri” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).

BACA JUGA: Tak Percaya Delay Berkepanjangan Cuma Gara-gara Burung

Menurut Bamsoet, para anggota dewan sudah menyadari sejak awal bahwa pengajuan Budi Gunawan sebagai calon tunggal kapolri bukan ditunjuk langsung oleh Jokowi. Pencalonan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu disebut-sebut keinginan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Sejak awal kami sadar dia (Jokowi) jadi alat. Presiden tidak menghendaki Budi Gunawan tapi karena ada desakan khusus, Jokowi terpaksa mengajukan BG sebagai calon tunggal,” kata Bambang

BACA JUGA: Dubes di Brasilia Ditolak, Ini Balasan Indonesia untuk Brasil

Bambang menjelaskan, alasan itulah yang membuat DPR melempar balik bola yang dilempar oleh Jokowi terkait putusan BG menjadi calon tunggal kapolri.

Menurut dia, anggota DPR tahu jika Jokowi mengharapkan BG ditolak oleh DPR. Namun kenyataannya DPR justru ‘mengerjai’ dengan memudahkan BG lolos di Komisi III saat fit and proper test.

BACA JUGA: KPK Didorong Turun Tangan Usut Soal Refund Tiket Lion Air

“Istana tendang bola ke DPR. Bola itu ditendang lagi ke Istana, mau lantik atau tidak urusan dia (Jokowi), maju kena mundur kena,” jelas Bambang.

Bambang juga mensinyalir ada permainan antara Jokowi dengan KPK dalam menetapkan Komjen Budi Gunawan jadi tersangka. “Kita dapat informasi seperti itu, tidak tahu benar atau tidak,” tandasnya.(one/pojoksatu/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fatayat NU Kutuk Perempuan Dieksploitasi sebagai Media Jihad


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler