Anak Buah Sri Mulyani Sebut Hilirisasi Nikel Dorong Transformasi Ekonomi

Sabtu, 19 Agustus 2023 – 06:00 WIB
Program hilirisasi pertambangan, negara mampu mendapatkan pertambahan nilai jual berkali lipat ganda. Foto: Dok MIND ID

jpnn.com, JAKARTA - Program hilirisasi nikel yang digencarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2020 telah mendorong transformasi ekonomi.

Hilirisasi bukan cuma meningkatkan nilai tambah dan ekspor, tapi juga membuat Indonesia mendapat surplus perdagangan.

BACA JUGA: Hilirisasi Industri Jadi Strategi Hadapi Krisis Ekonomi di Tanah Air

Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Industri dan Perdagangan Internasional Kiki Verico mengatakan nilai tambah yang diperoleh dari ekspor produk turunan nikel alami peningkatan tajam.

Peningkatannya bahkan hingga 31 kali lebih tinggi jika dibandingkan hanya mengekspor bijih nikel mentah.

BACA JUGA: Versi Jokowi, Penguatan Hilirisasi Bakal Pahit untuk Pendapatan Negara

“Estimasi kenaikan nilai tambah dari sebelum dan setelah hilirisasi, dilihat dari proksi nilai ekspor produk turunan nikel yaitu antara 30 hingga 31 kali lebih tinggi dari bila hanya mengekspor nikel mentah,” ucap Kiki dalam keterangannya, Jumat (18/8).

Menurut dia, hilirisasi bisa meningkatkan multiplier ekonomi yang tak cuma pada produk turunan, tetapi juga sektor-sektor lain, baik bahan mentah maupun jasa terkait langsung dan tidak langsung.

BACA JUGA: Elite Garuda Beri Dukungan Jokowi untuk Teguhkan Kebijakan Hilirisasi Tambang

Hilirisasi juga mendorong Indonesia masuk jaringan produksi global. Hal ini penting untuk penguatan manufaktur Indonesia karena terhubung dengan dunia, khususnya pada produk masa depan seperti baterai, besi, dan baja.

“Untuk meningkatkan rata-rata pertumbuhan ekonomi dari 5 ke 7 persen, Indonesia memerlukan pertumbuhan manufaktur setidaknya 9 persen. Itu artinya Indonesia membutuhkan pertumbuhan manufaktur dua kali lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan saat ini," kata dia.

Selain itu, hilirisasi menjadi jalan pilihan mendorong bangkitnya industri manufaktur sehingga ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih tinggi lagi.

Hilirisasi nikel juga dipastikan mengurangi ketergantungan Indonesia pada sumber daya alam mentah.

Nikel yang diproduksi pada smelter di Indonesia tak hanya menghasilkan Nickel Pig Iron (NPI), Ferro Alloy dan Nickel Matte, tapi juga sejumlah produk turunan jenis HS-4 seperti Pyrometallurgy, Hydrometallurgy, Stainless Steel Chain 1, Stainless Steel Chain 2 dan Battery Chain.

“Hanya 18 persen HS-4 yang ‘tetap lemah’ karena memang transformasi belum sepenuhnya mencapai Battery Chain,” tuturnya.

Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI itu turut mengungkapkan bahwa daya saing global pada 22 produk turunan nikel meningkat signifikan. Ini merupakan transformasi ekonomi yang terjadi pasca hilirisasi.

“Persentase peningkatan daya saing dapat mencapai 100 persen jika hilirasi diteruskan hingga Indonesia masuk dalam jaringan baterai global (Battery Chain) dan menjadi salah satu pusat industri masa depan dunia,” tambah Kiki. (mcr4/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler