Anak Petani dan Putri Sopir Truk Raih Nilai Tertinggi Seleksi Bintara

Sabtu, 06 Agustus 2016 – 22:36 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - SURABAYA – Sebanyak 1.305 peserta dinyatakan lolos dalam seleksi penerimaan Bintara Polri 2016 yang diadakan Polda Jawa Timur. Ranking tertinggi dari jalur bintara tugas umum diraih anak petani dan anak sopir truk.

Hasil tersebut diumumkan dalam sidang terbuka kelulusan calon Bintara Polri di Mapolda Jawa Timur yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. Orang tua seluruh peserta yang menjalani seleksi hingga babak akhir turut hadir.

BACA JUGA: Pria Misterius Masuk Kamar Mahasiswi, Memperkosa 30 Menit

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, seleksi calon bintara terdiri atas dua jalur. Yaitu, bintara tugas umum dan penyidik pembantu.

Bintara tugas umum nantinya bertugas di satuan lalu lintas, sabhara, intelijen, dan lain-lain. Sementara itu, penyidik pembantu nantinya terlibat dalam proses penyidikan.

BACA JUGA: Selingkuh 12 Tahun Akhirnya Berbuah Bayi, DIBUNUH!

Argo menjelaskan, calon bintara yang diterima sesuai dengan kuota, yakni 1.305 orang. Bintara tugas umum yang diterima tercatat 1.253 orang. Masing-masing 1.190 pria dan 63 wanita.

Di sisi lain, peserta seleksi yang diterima sebagai bintara penyidik pembantu tercatat 52 orang. Terdiri atas 49 laki-laki dan tiga perempuan. ’’Kebutuhannya memang laki-laki dan perempuan. Tapi, jumlahnya berbeda,’’ katanya.

BACA JUGA: Asoyyy... Ibu Hamil Dapat Tunjangan Rp 1,2 Juta

Argo mengatakan, peserta yang lolos seleksi harus menjalani pendidikan di sejumlah sekolah milik Polri yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bintara tugas umum akan disekolahkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Jabar, Jateng, Bali, Kalsel, Kaltim, Sulsel, dan Sumbar.

Bintara penyidik pembantu akan disekolahkan di SPN Lido, Sukabumi, Jabar. Adapun polwan dididik di Sekolah Polwan di Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. ’’Pelaksanaan pendidikan akan dimulai serentak pada 10 Agustus 2016,’’ ucapnya.

Menurut Argo, para peserta yang lolos seleksi itu harus menjalani pendidikan yang lamanya minimal tujuh bulan. Setelah itu, mereka ditugaskan di wilayah yang membutuhkan tambahan personel. Tujuannya, memaksimalkan kinerja Polri dalam melayani masyarakat.

Perwira menengah asal Jogjakarta itu menuturkan, seleksi dilangsungkan secara transparan dengan diawasi banyak pihak. Bahkan, untuk menjaga kerahasiaan, hasil seleksi dimasukkan kotak yang diberi empat pengaman gembok.

Empat kuncinya dipegang orang-orang yang berbeda. Ada yang dipegang peserta seleksi, Provos, dan Ombudsman. Ada juga yang dipegang polisi. ’’Kalau ada tiga kunci, tetap tidak bisa membuka kotak itu,’’ katanya.

Sementara itu, dalam sidang terbuka tersebut, panitia juga mengumumkan peserta seleksi yang memiliki nilai tertinggi. Untuk penerimaan calon bintara tugas umum, ranking pertama diraih David Dwi Priyanto (dari peserta laki-laki) dan Andriyani Lailatul Mukaromah (perempuan).

Nilai David berhasil mengungguli 1.189 peserta lainnya. Panitia juga mengumumkan bahwa David adalah anak petani asal Wilayut, Sidoarjo. Andriyani adalah anak sopir truk asal Pasuruan. ’’Saya sangat senang,’’ ungkap Andriyani. (eko)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gorontalo Raih Penghargaan di Rakornas TPID VII


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler