Anak Terduga Teroris: Kapan Ayah Balik?

Minggu, 22 Juli 2018 – 00:06 WIB
Personel Densus 88 Antiteror. Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, PALEMBANG - Densus 88 Antiteror menangkap tujuh terduga teroris di wilayah Palembang dan Banyuasin, Sumsel. Dua di antaranya ternyata kakak beradik. Mereka, FK alias Abu Atika (34) dan HS alias Abu Zubair (32).

FK merupakan pedagang yang ditangkap di Jl KH M Said, Kelurahan Karya Jaya, Kertapati. Sedang adiknya, HS alias Abu Zubair (32), honorer BUMN bidang transportasi, warga Desa Karya Jaya, Kertapati yang ditangkap di Jl Kol Atmo Palembang.

BACA JUGA: Densus 88 Geledah Gedung HT Sumantri, duh Ternyata!

Penangkapan keduanya membuat keluarga mereka yang tinggal di Jl KH M Said atau Jl Kapuk, Kelurahan Karya Jaya terkejut. Di rumah panggung itu, keduanya tinggal bersama orang tua, dua adik, istri-istri dan anak mereka.

Jika FK punya seorang anak, HS anaknya dua orang. Menurut Tika (22), adik bungsu FK dan HS, mereka baru mendapatkan kabar adanya penangkapan itu Rabu (18/7) malam. Saat itu, Trisno, sang ayah, mencari tahu keberadaan kedua anak laki-lakinya yang tak kembali ke rumah. Padahal sudah malam.

BACA JUGA: Setiap Trainset LRT Palembang Maksimal Angkut 400 Penumpang

"Kami tahunya dari warga dan dari tempat Kak HS kerja. Katanya, mereka berdua dibawa polisi berseragam hitam-hitam.Mirip penangkapan teroris, seperti di televisi," ungkap mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Palembang itu.

Didampingi istri HK, Tika menegaskan tidak ada perilaku aneh dan menyimpang dari kedua kakaknya itu. Keseharian mereka seperti orang kebanyakan. “Kami dari keluarga biasa, makanya tidak ada yang mencurigakan dari kedua kakak saya itu,” tandasnya.

BACA JUGA: Pengakuan Adik Terduga Teroris Abu Jalal, Oh Ternyata

Rumah tempat tinggal mereka di pinggir rel kereta api (KA) itu sebenarnya terdiri dari dua bangunan yang berdampingan. Lokasinya agak berjauhan dengan rumah warga lain. Di belakangnya ada hamparan padi yang menghijau.

Satu rumah berdinding papan yang dihuni HK bersama istri dan ibu mereka. Rumah satunya lagi yang berukuran lebih kecil berdinding asbes dan bertiang pohon kelapa ditempati sang ayah, Trisno dan kakaknya, FK. Pascapenangkapan keduanya, dua anak HS dan FK selalu menanyakan keberadaan ayah mereka.

“Kami bingung, kadang sedih, bagaimana mau menjelaskannya. Terlebih, sampai sekarang kami tidak tahu kondisi dan di mana mereka berdua berada,” tutur wanita berhijab ini dengan mata berair menahan tangis.

Di sela perbincangan orang ini dengan Tika, tiba-tiba S (8), anak FK bertanya lugu. "Om, mano ayah. Kapan ayah balek?" ucapnya. Meski dia belum paham apa yang terjadi, tapi nalurinya sebagai anak mungkin merasakan ada yang tidak beres terjadi pada ayahnya.

Ketua RT 08 Kelurahan Karya Jaya, Harkat menjelaskan, keluarga FK dan HS memang dikenal agak tertutup dan jarang bergaul. “Bapaknya kerja sebagai buruh serabutan. Dua anak laki-lakinya tidak tahu kerja di mana," ungkapnya.

Meski begitu, baik Trisno maupun FK dan HS dikenal taat beribadah. Hanya tampilan mereka agak mencolok. Utamanya FK yang sering menggunakan ikat kepala dari kain. “Pernah suatu ketika saya berseloroh ‘pakaian kau nih seperti teroris saja’. Tapi dia dia hanya senyum dan berkata ‘Ah idaklah Pak RT’," beber Harkat yang mendampingi Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) ke kediaman FK dan HS.

Terkait penangkapan kedua warganya, Harkat mengaku personel Densus 88 AT Mabes Polri sama sekali tak pernah mendatangi dirinya untuk berkoordinasi. Sumatera Ekspres juga menyambangi kediaman ZH (26), karyawan BUMN yang diciduk di pool travel wisata Lahat di Jl Kol Atmo Palembang.

Kediamannya di Jl Pangeran Ayin kompleks Bumi Sako Damai tampak sepi. Menurut warga sekitar, ZH memang tinggal sendirian di sana. Dani (35), sepupunya mengaku heran dengan penangkapan tersebut.

"Dia (ZH) orang baik, tidak banyak ulah. Di sini sendiri, kadang ibunya datang dari Lahat,” jelasnya. Sembilan tahun menetap di sana, ZH selalu menjalin silaturahmi dengan beberapa keluarganya yang ada di sekitar itu.

"Kalau pakai gamis panjang biasa karena memang keluarga kami banyak yang sudah berhaji dan sering dapat bingkisan gamis," pungkasnya. Ketua RT 99, Agus (36), mengaku sangat mengenal ZH.

"Anaknya rajin ke masjid, sering ikut yasinan dan membersihkan masjid. Dia mudah bergaul dengan sesama, luwes lah orangnya," bebernya. Karena itu, warga kompleks tidak ada yang percaya dengan dugaan ZH terlibat terorisme.

Dua hari sebelum penangkapan, ZH terlihat pulang naik mobil bersama temannya. "Terakhir kali itu dia pulang terlihat naik Gojek," katanya. ZH, ucap Agus, sering diskusi dengannya. “Dia sepertinya ada rencana menikah,” imbuhnya. (kms/cj14/ wly/ce1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diduga Terlibat kelompok ISIS, 3 WNI Ditangkap di Malaysia


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler