Analisa Teori Usang untuk Menjerat Jessica dan Kelemahannya

Sabtu, 30 Januari 2016 – 15:10 WIB
Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel menjadi pembicara pada diskusi bertema Mencari Sang Pembunuh di Jakarta, Sabtu (30/1). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - ADALAH Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel yang masih menyangsikan bahwa Jessica Kumala Wongso adalah dalang tewasnya Wayan Mirna Salihin pada 6 Januari lalu. Bahkan meski Polda Metro Jaya sudah menetapkan Jessica sebagai tersangka, tak membuat penilaiaan Reza berubah.

Kata Reza, kematian Mirna ini polisi menggunakan teori klasik yang menurutnya sudah usang. Adapaun terori itu adalah segitiga kejahatan. 

BACA JUGA: Polda Sudah Kantongi Banyak Bukti Keterlibatan Jessica

Berikut penjelasan teori segitiga kejahatan dan kelemahannya dalam kasus pembunuhan Mirna:

1. Teori segitiga: Ada tiga unsur dalam suatu pembunuhan, yaitu ada korbannya, ada lokasi dan ada pelaku

BACA JUGA: Antara Racun untuk Mirna dan Aktivis Munir

2. Padahal menurut Reza instrumen yang menjadi pemicu tewasnya Mirna adalah sianida. Kata dia, instrumen itu bisa  saja sengaja digunakan pelaku supaya si pelaku tidak ada di tempat kejadian saat Mirna tewas.

3. Instrumen pembunuhan dengan sianda lain dengan pembunuhan dengan instrumen celurit, badik, pisa, pedang dan sebagainya. Sebab, itu mengharuskan pelaku berhadapan langsung dengan pelaku. 

BACA JUGA: Pakar Hypnoterapi Heran Jessica Malah Banci Tampil

Analisis tersebut yang membuat Reza sampai saat ini begitu yakin mengapa wanita berkulit putih itu bukan pembunuh Mirna. "Dari situlah saya berpendapat di situ walaupun korban dan lokasi di situ, tapi pelaku gak ada di situ," tegas Reza. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seperti Ini Proses Penangkapan Jessica


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler