Analisis BW soal Upaya Menghancurkan KPK dari Dalam

Minggu, 15 September 2019 – 15:17 WIB
Bambang Widjojanto saat mengikuti sidang perdana sengketa Pilpres 2019 di Gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mencium adanya upaya menghancurkan lembaga yang pernah dipimpinnya. Menurutnya, hasil pemilihan calon pimpinan (capim) KPK periode 2019-2023 di DPR menunjukkan adanya kolusi untuk meluluhlantakkan lembaga antirasuah itu.

"KPK diluluhlantakkan. Indikasi bau sangit kolusif pemilihan capim KPK terasa menyengat. Parade keponggahan dipertontonkan secara seronok," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/9).

BACA JUGA: Inilah 5 Capim KPK Terpilih, Firli Bahuri Raih Suara Terbanyak

Praktisi hukum yang beken dengan inisial BW itu menduga pemerintahan Presiden Joko Widodo dan DPR bersekutu meloloskan capim KPK yang diduga bermasalah. Pendiri Indonesia Corruption Watch itu pun menduga pemilihan capim KPK di DPR hanya pengukuhan atas figur-figur tertentu yang telah disepakati sebelumnya.

"Pertanyaannya, fit and proper capim KPK itu proses pemilihan atau pengukuhan? Seleksi atau justifikasi atas calon yang sdh disepakati?" tuturnya.

BACA JUGA: Capim Johanis Tanak Tuding KPK Melanggar Aturan

BW menuturkan, saat ini KPK merupakan lembaga negara yang dipercaya publik. Namun, terpilihnya capim KPK yang diduga bermasalah memperlihatkan adanya upaya menghancurkan lembaga yang dibentuk dengan Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 itu dari dalam.

"Karena itu, siapa pun yang menjadi bagian dari proses penghancuran KPK, dapat dituduh dan dipastikan mereka adalah pihak dan lembaga yang memang sudah tidak bisa dan tidak pantas lagi untuk dipercaya," pungkas dia.(mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler