Analisis Politikus Muda PAN Soal Pertemuan Prabowo dan Zulkifli Hasan, Pakai Frasa Makin Kuat

Rabu, 12 April 2023 – 08:11 WIB
Politikus Muda PAN yang juga Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia Syafrudin Budiman bersama Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Foto: Dok. Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menjadi langkah awal pembentukan koalisi besar partai politik.

Selain itu, pertemuan itu menjadi sinyal terbentuknya koalisi capres-cawapres Prabowo - Zulkifli Hasan (Zulhas), Prabowo - Erick Thohir (ET) atau Prabowo - Airlangga Hartarto (AH).

BACA JUGA: Erick Thohir Berpotensi Berpasangan Dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Pernyataan ini disampaikan politikus Muda PAN yang juga Ketua Umum Perhimpunan UKM Indonesia Syafrudin Budiman di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Hal ini juga disikapi sebagai respons rencana bersatunya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dari PAN, Partai Golkar dan PPP, dengan Koalisi Kebangsaan Indonesia Raya (KKIR) dari Partai Gerindra dan PKB.

BACA JUGA: Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Kelompok Milenial Bicara Pilpres 2024, Simak

“Pertemuan Bang Zulhas di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Sabtu, 8 April 2023 menjadi langkah awal pembentukan koalisi besar. Bisa jadi akan muncul pasangan Prabowo - Zulkifli Hasan, Prabowo - Erick Thohir atau Prabowo Airlangga,” kata Syafrudin Budiman yang biasa disapa Gus Din ini.

Menurut Bacaleg PAN DPR RI Dapil DKI Jakarta I Jakarta Timur ini, nama Zulkifli Hasan, Erick Thohir dan Airlangga Hartarto sudah masuk dalam 9 kandidat capres-cawapres PAN.

BACA JUGA: Pakar Nilai Airlangga Lebih Berpeluang Digandeng Prabowo ketimbang Cak Imin

Apalagi, kata Gus Din, koalisi besar ini jika terwujud akan makin kuat dan kompak seperti apa yang disampaikan Presiden Jokowi di acara Silaturahmi PAN pada Minggu (2/4/2023) lalu.

“Presiden Jokowi saja mendukung dan memuji jika terbentuk koalisi besar KIB dan K-KIR. Juga didukung partai non-parlemen lainnya yang menyatakan siap bergabung pada koalisi besar,” ucap pengusaha dan konsultan media ini.

Dia juga menambahkan penentuan nama-nama bisa dibicarakan lebih teknis menjelang pendaftaran kandidat capres-cawapres pada 19 Oktober 2023.

Nama-nmaa kandidat juga bisa berubah, apabila PDI Perjuangan ikut bergabung dalam koalisi besar.

“Kalau saya pribadi sebagai kader PAN lebih cocok Prabowo - Zulkifli Hasan atau Prabowo - Erick Thohir. Apalagi Presiden Jokowi sudah memberi sinyal selalu mengajak Prabowo, Zulkifli Hasan dan Erick Thohir saat kunjungan kerja,” ujar Ketua Umum Jokowi Relawan Barisan Pembaharuan ini.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler