Analisis Psikolog soal Sejoli Mutilan Bermodus Begituan: Bisa Jadi Mirip Joker

Minggu, 20 September 2020 – 22:44 WIB
Psikolog Oriza Sativa. Foto: Instagram/raorizasativa

jpnn.com, JAKARTA - Psikolog Oriza Sativa menyodorkan analisisnya tentang sejoli Laeli alias LAS (27) dan Djumadil atau DAF (26) yang kini menjadi tersangka pembunuhan disertasi mutilasi.

Oriza menduga sepasang kekasih yang menghabisi korban berinisial RHW (32) di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat itu bertendensi mengalami kelainan kejiwaan.

BACA JUGA: Cerita tentang Laeli Cewek Mutilan saat Masih Alim dan Pintar di Sekolah Menengah

"Biasanya, orang yang memiliki kelainan kejiwaan dipengaruhi riwayat masa kecil yang kurang bagus seperti sering melihat kekerasan, biasa dipukul, dimaki-maki," tutur Oriza saat berbincang dengan jpnn.com, Sabtu (19/9) sore.

Lulusan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata itu lantas mencontohkan karakter Arthur Fleck dalam film Joker. Menurutnya, tokoh utama dalam film yang dibintangi Joaquin Phoenix itu memiliki latar belakang kehidupan keras dan pahit sehingga melakukan tindak kekerasan.

BACA JUGA: Si Cewek Mutilan Pintar saat Kuliah di Kampus Ternama, Jadi Jahat Setelah Menganggur di Masa Pandemi

"Dalam psikologi biasa disebut sosiopsikopat atau disebut juga psikopat," ulasnya.

Oriza pun menduga LAS dan DAF memiliki tendensi gangguan kepribadian. "Asumsinya gangguan kepribadian bukan gangguan kejiwaan," tegas Oriza.

BACA JUGA: Kasus Mayat Korban Mutilasi di Kalibata City: Ada Jejak Begituan di Pasar Baru

Namun, Oriza menegaskan bahwa hal itu hanya dugaannya yang bersifat sementara. Sebab, kepastiannya tentu menunggu hasil pemeriksaan psikolog terhadap kejiwaan LAS dan DAF.

Walakin, Oriza juga mengatakan bahwa orang awam tentu sulit mengidentifikasi kedua tersangka pembunuhan itu sebagai psikopat. Sebab, kedua pelaku tersebut seperti orang normal pada umumnya.

Merujuk pemberitaan media, kata Oriza, memang perbuatan LAS dan DAF didasari motif ekonomi. Namun, katanya, psikopat memiliki kecerdasan yang baik.

"Orang psikopat itu ada di sekitar kita. Intinya psikopat itu orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya," pungkas psikolog klinis di Primaya Hospital, Bekasi itu.

Sebelumnya jajaran Polda Metro Jaya menangkap DAF dan LAS pada Rabu lalu (16/9). Kasus itu terungkap setelah polisi menyelidiki laporan tentang hilangnya RHW.

DAF dan LAS menghabisi RHW di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat pada 9 September lalu. LAS berperan membujuk RHW mau berhubungan ala suami istri.

Ketika LAS dan RHW sedang bercumbu, DAF beraksi. Kekasih LAS itu menghantamkan batu bata ke kepala RHW.

Selanjutnya DAF dan LAS menusuk RHW. Ketika RHW sudah tak bernyawa lagi, kedua pelaku memutilasinya menjadi 11 bagian.

DAF dan LAS lantas memasukkan potongan tubuh korban ke dalam tas keresek dan koper. Selanjutnya, mayat korban disimpan di lantai 16 di salah satu tower di Apartemen Kalibata City.

Saat ini polisi telah menjerat pelaku dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Polisi juga menerapkan jerat lain, yakni Pasal 338 juncto Pasal 365 KUHP karena motivasi DAF dan LAS menghabisi RHW ialah menguasai barang-barang berharga milik korban.(mcr3/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler