Anang Meninggal, Keluarga Sepakat Tolak Lakukan Visum

Senin, 29 September 2014 – 04:00 WIB

jpnn.com - BANJARMASIN - Sedikitpun tak nampak raut wajah kesedihan yang ditampakkan Jaini (30) ketika berada di kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. Bahkan dirinya seakan tidak percaya bahwa mayat yang terbujur kaku di ruang kamar jenazah adalah Anang Salmani (62), ayahnya.

Warga Komplek DPR Gg VI RT 38 ini ditemukan oleh warga di Jalan Tembus Mantuil Gang Perintis Banjarmasin Selatan dalam keadaan tidak bernyawa di atas meja warung, yang ada di kampung tersebut,  Sabtu (27/9) sekitar pukul 22.30 Wita.

BACA JUGA: Ditutup, Tambang Liar di Situbondo Nekat Beroperasi

Kuat dugaan korban melepas usianya karena terkena serangan jantung. “Baru kemarin saya bertemu dengan ayah. Saya sempat berbincang dan makan siang bersama,” ucap Jaini.

Dikatakan, dirinya sempat tidak percaya setelah dapat kabar bahwa ayahnya ditemukan warga di kawasan Mantuil meninggal di atas meja pos ronda. ”Tidak ada gelagat atau tingkah laku ayah yang aneh ketika bertemu dengan saya. Beliau seperti tidak ada keluhan,  meskipun dalam keadaa tidak baik kondisinya. Menurut saya ayah terkena serangan jantung,” ujarnya.

BACA JUGA: Demi Nyawa Anak, Karyawan SP Tewas Terseret Ombak

Diakui Jaini,  sebenarnya ayahnya itu mempunyai riwayat penyakit komplikasi. Baru satu minggu ini keluar dari perawatan rumah sakit Suaka Insan karena penyakit jantung koronernya. ”Banyak penyakitnya. Ada Jantung, kolestrol, asma dan rematik. Tapi penyakit  yang parah jantung,  itu kata dokter yang merawat di RS Suaka Insan,” kata Jaini.

Sementara Ainun (38) warga sekitar mengatakan, dirinya melihat korban ulir-uliran di atas  meja warung tersebut, begitu datang di gang tersebut.  ”Saya lihat ia langsung rebahan di atas meja warung itu. Tapi saya curiga karena tak bangun-bangun, lalu saya kabarkan ke warga lain. Setelah ingin dibangunkan ternyata ia sudah tak bernyawa lagi,” ceritanya.

BACA JUGA: Empat Karyawan Freeport Tewas Terlindas Haul Truck

Seperti dilansir dari Radar Banjarmasin (Grup JPNN), Senin (29/9), Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Sarjono melalui Kanit Reskrim Ipda Sigianto mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara dan keterangan beberapa orang saksi tidak ada menyatakan tanda-tanda kekerasan. "Keluarga sepakat tidak mau mayat dilakukan visum. Mereka memilih membawa pulang dan mengikhlaskan kematian,” kata Sigianto. (lan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diduga Patah Hati, Cewek SMA Nyaris Loncat Jembatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler