Andi Akmal: Bagaimana Sektor Pertanian Mau Besar jika Kebijakan Seperti Ini?

Rabu, 11 November 2020 – 23:08 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, Andi Akmal Pasluddin. Foto: Humas FPKS DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin sangat menyayangkan keberpihakan pemerintah kepada sektor Pertanian masih di bawah harapan. Segala ekspose yang menyatakan pentingnya sektor pertanian tidak didukung kebijakan yang menjadi bukti bahwa sektor pertanian mendapat dukungan penuh agar menjadi besar demi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan kebijakan anggaran yang masih menganggap sebelah mata sektor pertanian ini. Terbukti dengan eksekusi kebijakan tambahan anggaran sektor pertanian yang hanya Rp 3 triliun dibandingkan suntikan modal PT Asuransi Jiwasraya yang sebesar Rp 22 triliun.

BACA JUGA: Indef Mengapresiasi Sektor Pertanian Tetap Tumbuh di Kuartal III

“Bagaimana pertanian kita bisa besar bila kebijakannya seperti ini. Sementara Kementan kemarin cuma dapat tambahan Rp 3 triliun pada saat bersamaan pemerintah menggelontorkan suntikan Rp 22 triliun sebagai modal untuk penyehatan PT Asuransi Jiwasraya. Ini bukti nyata Pemerintah belum sepenuhnya memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian,” kata Akmal.

“Kalau memang Presiden melihat sektor pertanian sangat penting, seharusnya politik anggaran dan keberpihakan itu betul-betul terlihat,” kata politikus PKS ini.

BACA JUGA: Andi Akmal DPR Memantau Pembangunan Bantuan Jaringan Irigasi Tersier

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini tampak berlaku fair pada kinerja pemerintah bidang pertanian. Terlihat dalam berbagai kesempatan di forum kenegaraan, ia memuji usaha Kementan dalam menjaga pasokan logistik nasional selama masa pandemi.

Meski dinilai berkinerja baik, tetapi Akmal mengatakan masih ada sejumlah pekerjaan rumah bagi Syahrul. Pertama, manajemen internal, yang menurutnya masih berjalan sendiri-sendiri. Dalam beberapa kesempatan, ia pun menilai kebijakan Kementan masih bersifat politis.

BACA JUGA: Saat Reses, Andi Akmal DPR Bertemu Petani Tebu Libureng Kabupaten Bone

“Saya pikir, dia harus lebih memperkuat sinergisitas antara eselon 1 dengan stakeholder yang ada," kata dia.

Kedua, terkait kepastian harga di tingkat petani. Akmal melihat, walau pemerintah sudah memberikan dana ke Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan dan kepastian harga kepada petani, tetapi terkadang harga komoditas, seperti cabai, bawang, dan jagung masih di bawah harga pembelian pemerintah saat panen raya.

Selama ini, tambah Akmal, produksi sektor pertanian melimpah dan banyak pada sentra-sentranya. Akan tetapi tidak ada yang membeli pada saat panen raya dalam serapan yang signifikan menghabiskan stok di petani.

“Ini kan masalah. Dan, masalah ini bukan di Kementan sebenarnya, karena Kementan bukan di perdagangan.  Persoalan yang paling mendasar pada mindset pemerintah. Mesti ada kesepahaman bersama, yang sudah terbukti nyata di lapangan bahwa Sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup besar bagi keberlangsungan bangsa kita. Bila ini sudah dipahami, maka pemerintah tidak perlu ragu lagi untuk memberikan politik anggaran yang signifikan pada sektor pertanian ini,” kata Andi Akmal Pasluddin.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler