Andi Akmal Optimistis Perikanan Tangkap Akan Makin Berkembang, Begini Syaratnya

Sabtu, 24 Oktober 2020 – 01:37 WIB
Para nelayan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan penanganan ikan di atas kapal. Foto: Humas DPR

jpnn.com, BONE - Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan II, Andi Akmal Pasluddin ketika bertemu dengan para nelayan di Kabupaten Bone mengatakan sinergi masyarakat nelayan dengan pemerintah baik pusat maupun daerah perlu makin ditingkatkan.

Kondisi masyarakat nelayan selalu menemui kendala persoalan permodalan. Sedangkan para investor masih enggan untuk membiayai nelayan kecil karena dianggap memiliki risiko tinggi.

BACA JUGA: Andi Akmal DPR Pantau Realisasi Pelaksanaan Kegiatan UPPO di Bulukumba

Akmal menghadirkan berbagai program, peluang dan bantuan langsung kepada masyarkat nelayan baik yang ia lakukan secara mandiri maupun melalui kerja sama dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Nelayan yang tergabung dalam sebuah kelompok usaha, akan berkesempatan besar dalam menerima bantuan pemerintah. Kondisi ini selain melatih para nelayan dalam berorganisasi, bekerjasama juga akan menjadikan kelompok nelayan ini akan memiliki skala besar yang sedapat mungkin akan setara dengan perusahaan dalam skala menengah," ujar Akmal dalam keterangan persnya, kemarin.

BACA JUGA: Arwan Koordinator Aksi Tolak UU Cipta Kerja Ditetapkan Tersangka, Begini Reaksi Aktivis GMNI

Politikus PKS ini selain bedialog dengan kelompok nelayan, juga sekaligus memberikan pelatihan penanganan ikan. Kegiatan ini ia lakukan di berbagai lokasi, kecamatan-kecamatan sentra perikanan secara serempak. Dengan fasilitas kegiatan secara daring yang sedang tren saat ini, memungkinkan peserta mengikuti kegiatan pada tempat berbeda-beda dengan lokasi berjauhan.

Bahkan, tambahnya, pelatihan penanganan ikan bisa juga dilakukan di atas kapal. Sebagai contoh adalah pelatihan penanganan ikan di atas kapal diselenggarakan dua hari hingga, Jumat-Sabtu (16-17/10/2020) dan diikuti oleh 75 nelayan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Andi Akmal: Kejahatan Hutan Terstruktur dan Terorganisir Harus Lebih Ditegakkan

Bahkan, lanjutnya lagi, mengusung konsep semi blended, nelayan diberikan materi secara online dan mempraktikkan di lapangan dengan pendampingan penyuluh. Sementara pelatihan tuna roll digelar secara daring pada Jumat (16/10/2020) dan diikuti oleh 2. 617 peserta dari 34 provisi di Indonesia.

“Saya berharap, ada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan dengan adanya kegiatan seperti ini. Di tengah wabah Covid-19, produk olahan dari ikan bisa dikonsumsi atau bahkan dijual untuk membantu perekonomian keluarga," tutup Andi Akmal Pasluddin.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler