Andi Arief: Lukas Enembe Tolak Keinginan Istana, Lalu Jadi Tersangka

Jumat, 23 September 2022 – 20:44 WIB
Wasekjen Demokrat Andi Arief di Puri Cikeas, Jawa Barat, Senin (2/6). Aristo Setiawan/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut ada permintaan Istana yang ditolak Lukas Enembe sebelum gubernur Papua itu menjadi tersangka kasus dugaan korupsi.

Andi Arief menyebutkan Lukas Enembe tak mau kursi eks Wagub Klemen Tinal diisi orang pilihan Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Arsul Sani Minta Lukas Enembe Gentle, Kalau Dipanggil KPK, Ya, Datang Saja

Dia menyampaikan orang usulan Jokowi itu adalah Paulus Waterpauw yang kini menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat. Andi menyebut Waterpauw tak dapat dukungan dari parpol.

Hal ini disampaikan Andi Arief melalui akunnya di Twitter Jumat (23/9).

BACA JUGA: Layangkan Panggilan Kedua, KPK Beri Peringatan Gubernur Lukas Enembe

Dia bahkan menandai akun Menkopolhukam Mahfud Md yang sebelumnya bicara kasus Lukas Enembe di KPK tidak ada unsur politis.

"Pak Prof @mohmahfudmd kami terus bantu KPK selama murni penegakan hukum. Meski, ancaman pada Pak LE dan calon Wakil Gubernur Yunus Wonda muncul setelah Pak LE tolak Jenderal Waterpauw usulan Pak Jokowi, karena Waterpauw tak dapat dukungan partai meski maunya Presiden Jokowi," kata Andi Arief dikutip JPNN.com, Jumat (23/9).

BACA JUGA: KPK Segera Periksa Lukas Enembe

Dia juga menyebutkan partai berlogo bintang mercy itu konsisten mendukung pemberantasan korupsi.

"Kami juga tahu betul bahwa sebelum men-TSK kan Pak LE utusan Presiden menemui Demokrat agar kekosongan wagub diisi orang Jokowi. Dan, kami menolak memenuhi permintaan Presiden," lanjutnya.

Andi mengatakan pihaknya mencermati soal tuntutan agar jabatan Lukas diberhentikan di partai, tetapi sampai saat ini Demokrat masih berupaya agar dapat berkomunikasi langsung dengan Lukas.

"Partai Demokrat mencermati banyak hal tentang tuntutan pemberhentian jabatan Pak LE di partai. Banyak hal yang kami timbang, termasuk soal keamanan nasional, sekali lagi kami sedang mengupayakan bicara langsung dengan yang bersangkutan bicara tidak normal, berjalan pun lemah," jelasnya.

Andi menegaskan pihaknya kooperatif jika ada kader yang terlibat kasus korupsi. 

Walakin, dia menyinggung kasus eks kader PDIP Harun Masiku yang terlibat kasus di KPK.

"Pak Prof @mohmahfudmd soal berantas korupsi, Demokrat konsisten minta kader menghadapi jika terlibat. Tak tiru Harun Masiku disembunyikan sebuah partai," katanya.

Dia juga menyebutkan pihaknya berupaya agar Lukas segera hadir memenuhi panggilan KPK dan terus melakukan pencarian terhadap Bupati Mamberamo Tengah sekaligus kader, Ricky Ham Pagawak (RHP), yang jadi tersangka di KPK.

"Persuasi pada LE agar hadir diperiksa KPK, pencarian RHP kami lakukan. Hanya LE sakit sulit komunikasi, RHP tak tahu ia di mana," pungkas Andi Arief. (mcr8/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler