Anggap Jokowi Alergi Kritik dan Tak Paham Etika Politik

Selasa, 01 April 2014 – 21:16 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Peneliti politik dari LIPI, Siti Zuhro mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo tidak perlu marah dan menggugat televisi serta pemasang iklan  "Kutagih Janjimu". Menurut Siti, calon presiden dari PDIP yang dikenal dengan nama Jokowi itu wajib menjelaskan janji-janjinya kepada warga DKI Jakarta yang belum terpenuhi.

"Tidak perlu marah, apalagi menggugat iklan itu. Sebuah janji itu hutang dan harus dibayar. Saat dia melamar jadi gubernur, ada komunikasi intensif dan terlontar janji-janji. Setelah dilantik jadi gubernur, Jokowi harus menjaga komunikasi itu dengan menjawab mengapa dia tidak menepati janjinya? Iklan itu kan bentuk komunikasi menagih janji Jokowi, jadi dia harus jawab," kata Siti kepada wartawan di Jakarta, Selasa (1/4).

BACA JUGA: Pemerintah Negosiasikan Penurunan Diyat bagi Satinah

Ditegaskannya, dalam pemerintahan ada etika yang harus dijaga. Makanya Siti menyesalkan saat Jokowi merespon mandat dari Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri untuk maju sebagai capres dengan mencium bendera Merah Putih.

"Harusnya, kan dia bisa menjelaskan alasan pencapresan dirinya karena dia dipilih rakyat secara langsung. Masak saat mau jadi presiden, masyarakat DKI yang sudah memilihnya ditinggal begitu saja. Jokowi mestinya paham etika politik dengan warga DKI," ujarnya.

BACA JUGA: Tidak Ada Jaminan Oknum TNI dan BIN Netral

Siti menambahkan, kalau saja Jokowi paham etika politik politik maka tidak perlu mengambil langkah hukum dan marah dengan iklan “Kutagih Janjimu” yang ditayangkan di televisi. Terlebih, Jokowi selama ini dikenal rendah hati dan tidak sombong.

 "Tidak usah marah, kan kelebihan Jokowi itu di senyumnya. Dia dipandang cool, rendah hati, jujur, tidak sombong, merakyat. Masyarakat kan jadi bertanya nantinya, kok sekarang tidak lagi seperti Jokowi yang menyenangkan," sarannya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: Parpol Tak Tertib Laporkan Dana Kampanye, KPU Ogah Disalahkan

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2013, Penempatan TKI Capai 512.168


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler