Anggap SBY Naif soal Politik Luar Negeri

Politisi PDIP Kritisi Kebijakan Thousand Friends Zero Enemy

Rabu, 20 November 2013 – 01:32 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua DPP PDIP yang membidangi hubungan luar negeri, Andreas Hugo Pareira, menilai Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlalu naif menempatkan negara lain yang sudah dianggap sebagai sahabat akan otomatis bersikap jujur kepada Indonesia. Pasalnya, negara sahabat tak serta merta meninggalkan kegiatan intelijen terhadap Indonesia.

"Jangan ada anggapan apabila sudah menjadi negara sahabat, maka seolah-olah operasi intelijen termasuk tindakan sadap-menyadap tidak ada lagi. Kalau beranggapan demikian, Pemerintah RI dan Menlu RI terlalu naif," katan Andreas kepada JPNN, Selasa (19/11) malam.

BACA JUGA: Bukan Hal Baru Australia Tunggangi Polisi

Menurutnya, salah satu bukti kenaifan politik luar negeri ala SBY adalah thousand friends zero enemy yang berarti maknanya mencari sebanyak mungkin sahabat dan jangan sampai punya musuh. Peraih gelar master dari jurusan Studi Politik Asia Tenggara di Universitas Passau, Jerman itu menambahkan, kebijakan politik luar negeri ala SBY itu hanya sebatas jargon yang utopis.

“Seharusnya, Pemerintah SBY lebih realistis dan menyadari, karakter hubungan internasional secara universal memang lebih realis ketimbang idealis-utopis,” ujar mantan anggota Komisi I DPR itu.

BACA JUGA: Saksi Kasus Hambalang Beber Uang ke Bendum PDIP

Karenanya, Andreas menyarankan pemerintah agar dalam menjalankan politik luar negeri yang menyangkut pertahanan dan keamanan tetap mengedepankan prinsip realisme. Termasuk, melakukan antisipasi agar aksi penyadapan bisa ditangkal dan tidak terjadi di masa mendatang. "Lebih berguna memikirkan pencegahan ketimbang komentar tak berguna," pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA JUGA: Penyadapan, Pola Usang Intelijen yang Efektif dan Berkesinambungan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lusa, KPK Minta Keterangan JK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler