Anggaran Militer Tiongkok Naik Lagi, tetapi Belum Ada Apa-apanya ketimbang Amerika

Jumat, 05 Maret 2021 – 21:13 WIB
Presiden Tiongkok Xi Jinping menginspeksi personel Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Foto: Xinhua

jpnn.com, BEIJING - Tiongkok terus menaikkan anggaran belanja sektor pertahanannya dalam enam tahun terakhir secara berturut-turut. Pada tahun anggaran 2021, belanja pertahanan Tiongkok naik 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun ini sektor pertahanan dialokasikan sebesar CNY 1,35 triliun atau sekitar USD 209 miliar sebagaimana draf usulan yang dibahas dalam Sidang Tahunan Kongres Rakyat Nasional Tiongkok (NPC) di Beijing, Jumat (5/3).

BACA JUGA: Australia dan Tiongkok Bersitegang, Warga Keturunan Tionghoa Terimbas Dampaknya

Anggaran tersebut baru sekitar seperempat anggaran pertahanan Amerika Serikat yang mencapai USD 740,5 miliar pada tahun fiskal 2021.

Sebagai negara ekonomi terbesar kedua di dunia dengan jumlah penduduk terbanyak, pengeluaran pertahanan per kapita Tiongkok yang direncanakan pada tahun 2021 diperkirakan kurang dari CNY 1.000.

BACA JUGA: Penjual Tiongkok di E-Commerce Ancaman Bagi UMKM Lokal

Tiongkok menerapkan mekanisme alokasi fiskal dan pengelolaan anggaran yang ketat untuk belanja sektor pertahanan, terutama alokasi pelatihan personel dan pemeliharaan peralatan.

Sementara Sidang Tahunan NPC dibuka di Balai Agung Rakyat, Beijing, Jumat pagi, dengan diawali laporan tahunan kinerja pemerintah oleh Perdana Menteri Li Keqiang.

BACA JUGA: Literasi Tiongkok Melesat, Indonesia Tertinggal Jauh

Presiden Xi Jinping juga hadir dalam sidang yang diikuti oleh 2.953 anggota parlemen pusat, perwakilan daerah, dan utusan kelompok etnis minoritas dan agama.

Sehari sebelumnya, juga telah dibuka Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Politik Tiongkok (CPPCC) di tempat yang sama oleh Ketua CPPCC sekaligus anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (CPC) Wang Yang. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler