Anggota TNI Ini Rela Mengasuh 3 Anak yang Orang Tuanya Meninggal karena Covid-19

Sabtu, 14 Agustus 2021 – 21:40 WIB
Anggota TNI. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota TNI bernama Sertu Edu Marung, rela mengasuh tiga anak kakak beradik yang kedua orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.

Ketiga anak asal Flores itu berinisial C (4), J (11), dan F (13). Mereka tinggal di sebuah kontrakan, daerah Rawalumbu, Kota Bekasi.

BACA JUGA: Waduh! Keluar dari Masjid, Keranda Jenazah Digotong Jemaah Perempuan, Begini Alasannya

Mereka terlebih dahulu ditinggal oleh ibunya pada Kamis (29/6). Beberapa hari kemudian, ayah dari ketiga anak itu juga meninggal dunia.

Edu mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil usai melihat tiga anak tersebut sudah selama sebulan hidup tanpa orang tua.

BACA JUGA: Mayjen Hasanuddin: Saya Akan Menindak Tegas Oknum Anggota TNI AD yang Terlibat Kasus Tersebut

"Sejak (grup) perkumpulan (masyarakat Flores) memberi tahu ada orang tua yang terkena Covid-19, kami saling bantu, termasuk keluarga ini. Seperti kami mengantarkan makanan meski hanya menaruhnya di depan pintu," kata Edu dalam keterangan rilis KPAI, Sabtu (14/8).

Grup Perkumpulan Masyarakat Flores juga yang mendorong Edu agar memberanikan diri mengasuh ketiga anak itu.

BACA JUGA: Relawan KIB Jokowi Ajak Masyarakat Bergotong Royong Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Istri Edu pun mendukung keputusan suaminya mengasuh ketiga anak tersebut. Edu dan istrinya sudah memiliki satu anak.

Edu bersyukur kini dirinya mendapat perhatian dari pemerintah.

"Sesudah sebulan mengasuh anak-anak ini, kami sangat bersyukur, ada bantuan beras 15 liter, minyak goreng, sarden kaleng, beberapa baju buat ketiga anak, sepatu buat anak yang besar, buku, peralatan sekolah, dan peralatan mandi dari Kementerian Sosial," ujar Edu.

Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan mendorong masyarakat yang mau mengasuh anak-anak tersebut.

Angka kematian warga karena Covid-19 di Indonesia yang mencapai 100 ribu, lanjut Jasra, akan membuat banyak anak-anak kehilangan orang tuanya.

"Kami mulai mendata orang-orang yang mau menjadi relawan pengasuhan untuk anak-anak yatim ini yang sebaran datanya sangat besar," kata Jasra.

"Kenapa? Karena pandemi belum berakhir, situasi anak-anak terlantar akan bertambah terus." (cr1/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... 3 Cara Cepat Mengembalikan Penciuman, Pasien Covid-19 Harus Coba


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler