Anggota Wantimpres Khawatir Dualisme Organisasi Kedokteran Membahayakan Masyarakat

Selasa, 17 Mei 2022 – 23:09 WIB
Sidarto Danusubroto, anggota Wantimpres 2019-2024. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto menyayangkan perpecahan di kalangan dokter yang berujung pada munculnya organisasi baru pesaing IDI.

Menurutnya, kemunculan PDSI menimbulkan risiko yang cukup serius bagi masyarakat.

BACA JUGA: PDSI Bakal Tandingan IDI? Uni Irma Sentil Putusan MK

"Mendirikan organisasi baru karena perasaan tidak puas atau karena alasan lain bukanlah tindakan yang bijaksana," kata Sidarto.

Sidarto berpandangan munculnya PDSI justru akan membingungkan masyarakat.

BACA JUGA: Berikut Profil Ketum PDSI dr Jajang: Tentara dan Orang Dekat dr Terawan

"Organisasi kedokteran merupakan organisasi yang sangat vital karena menyangkut kesehatan, keselamatan nyawa manusia. Jika ada lebih dari satu organisasi kedokteran dikhawatirkan keselamatan masyarakat terganggu," terangnya.

Sidarto kemudian menyinggung hasil penemuan Terawan yang menjadi permasalahan awal di internal IDI.

BACA JUGA: DPR Komentari Kemunculan PDSI Sebagai Tandingan IDI, Nasi Sudah jadi Bubur

Menurutnya, di antara semua ilmu pengetahuan, ilmu kedokteran merupakan ilmu yang khusus. Pasalnya ilmu tersebut adalah ilmu yang berhubungan dengan tubuh manusia.

Sidarto menegaskan, suatu penemuan baru di bidang kedokteran atau kesehatan, sebaiknya tidak disebar, diedarkan, atau dipergunakan sebelum mendapat persetujuan dari otoritas yang berwenang.

Hal ini demi menghindari polemik dan perdebatan di tengah masyarakat.

"Karena berhubungan dengan nyawa manusia maka sudah sewajarnya semua penemuan baru terkait kesehatan, baik alat kesehatan maupun obat-obatan harus melalui mekanisme dan prosedur ilmiah yang ketat dan melalui uji klinis sesuai kaidah ilmu kedokteran yang diakui secara internasional," tegasnya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler